Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan penanaman pohon secara mandiri di wilayah Pulau Jawa, sebagian Sumatra, serta satu titik di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNNES sebagai kampus konservasi dan implementasi kebijakan bahwa setiap mahasiswa Universitas Negeri Semarang wajib menanam satu pohon, yang dilaksanakan pada akhir Desember 2025 hingga awal Februari 2026.
Di tingkat fakultas, kegiatan ini dipandu oleh Bapak Trida Ridho Fariz, M.Sc., selaku anggota Gugus Konservasi FMIPA. Pemanduan dilakukan melalui sosialisasi jenis tanaman yang direkomendasikan, tata cara penanaman, serta mekanisme pelaporan melalui aplikasi SiOmon yang terintegrasi dengan sistem akademik terpadu UNNES.
Penanaman pohon mandiri dilakukan di lingkungan masing-masing mahasiswa, baik di rumah maupun di tempat kos. Jenis tanaman yang ditanam meliputi pohon buah dan tanaman keras.
Mayoritas tanaman yang ditanam merupakan tanaman buah. Jenis terbanyak adalah alpukat (Persea americana) yang memiliki nilai ekonomi cukup baik di tingkat rumah tangga.
Untuk kategori tanaman keras, jenis yang paling banyak ditanam adalah sengon (Albizia chinensis). Setiap mahasiswa menanam satu pohon sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa angkatan 2024 dan 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sekitar 481 entri penanaman dalam sistem pelaporan.
Sebaran lokasi penanaman meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Bengkulu, dan Kalimantan Timur. Sebagian besar lokasi penanaman berada di Provinsi Jawa Tengah.
Beberapa titik penanaman juga berada di area yang secara hidrologis termasuk Daerah Aliran Sungai prioritas nasional untuk direhabilitasi, seperti DAS Ciliwung dan DAS Serayu. Hal ini menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan.
Secara umum, sejumlah wilayah di Indonesia menghadapi tantangan konversi lahan vegetasi menjadi lahan terbangun. Program penanaman pohon mandiri ini tidak dimaksudkan sebagai solusi struktural, tetapi sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan mahasiswa, khususnya Generasi Z.
Melalui praktik langsung penanaman dan perawatan pohon, mahasiswa tidak hanya memahami konsep konservasi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendorong terbentuknya kebiasaan dan tanggung jawab ekologis pada diri mahasiswa.
Keberlanjutan program didukung oleh sistem dokumentasi dan pelaporan melalui aplikasi SiOmon yang terintegrasi dengan sistem akademik UNNES. Sistem ini mencakup pelaporan penanaman dan perawatan pohon secara berkala.
Karena pohon ditanam di lingkungan tempat tinggal masing-masing, pemantauan dan perawatan dapat dilakukan dengan lebih mudah oleh mahasiswa maupun keluarga. Kewajiban menanam pohon bagi setiap mahasiswa juga memastikan program ini terus berjalan pada angkatan berikutnya.
Penanaman pohon mandiri oleh mahasiswa FMIPA UNNES sejalan dengan SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan, SDGs 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Fokus utamanya adalah pembentukan generasi muda yang sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata visi UNNES sebagai kampus konservasi. Program ini sekaligus mendukung Indikator Kinerja Utama 7 terkait keterlibatan perguruan tinggi dalam pencapaian Sustainable Development Goals.




