Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menegaskan komitmennya sebagai pelopor kecemerlangan pendidikan melalui pengukuhan empat profesor baru dalam momentum Dies Natalis. Pengukuhan ini menjadi bukti konsistensi UNNES dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UNNES dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian akademik yang diraih para guru besar tersebut. Profesor merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen, sekaligus bentuk pengakuan atas kecemerlangan dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi. Lebih dari sekadar gelar akademik, capaian tersebut juga membawa tanggung jawab besar untuk terus menjadi sumber inspirasi, penggerak inovasi, dan teladan bagi sivitas akademika.
Keempat profesor yang dikukuhkan memiliki rekam jejak akademik yang kuat di bidangnya masing-masing. Prof. Dr. Bestari Dwi Handayani, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Akuntansi Sektor Publik Fakultas Ekonomika dan Bisnis, mengembangkan kepakaran dalam tata kelola BUMDes yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan. Melalui riset dan pengabdiannya, ia mendorong kolaborasi antar-pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Di bidang kebahasaan, Prof. Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum., Guru Besar Bidang Pragmatik Fakultas Bahasa dan Seni, menghadirkan pembaruan dalam pembelajaran bahasa dengan menekankan ketepatan makna dan konteks. Pendekatan yang dikembangkannya memperkaya proses pembelajaran bahasa agar lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan dinamika komunikasi masa kini.
Sementara itu, Prof. Dr. Bernadus Wahyudi Joko Santoso, M.Hum., Guru Besar Bidang Linguistik dengan kepakaran Analisis Wacana Kritis, menempatkan bahasa sebagai praktik sosial yang merefleksikan dan membentuk relasi kekuasaan dalam masyarakat. Kontribusinya memperkuat kajian linguistik kritis, khususnya dalam analisis wacana publik dan digital di Indonesia.
Adapun Prof. Dr. Nugroho Trisnu Brata, S.Sos., M.Hum., Guru Besar Bidang Antropologi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, memandang pembangunan sebagai proses yang berorientasi pada manusia, budaya, dan keberlanjutan hidup. Melalui pendekatan etnografi, ia aktif memberdayakan masyarakat di wilayah marjinal serta mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.
Pengukuhan empat profesor ini diharapkan semakin memperkuat peran UNNES sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak. Prestasi yang diraih para guru besar tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi universitas, memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, serta mendorong kemajuan bangsa dan negara melalui ilmu pengetahuan yang berkelanjutan.




