Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus berkomitmen dalam memperluas cakrawala internasional mahasiswanya dengan menggelar forum internasional bertajuk “Cultural Mosaic”. Sebuah ruang pertemuan lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk berbagi perspektif dan nilai-nilai multikultural.
Kegiatan ini dikemas melalui diskusi partisipatif dan refleksi untuk mendorong dialog terbuka terkait dinamika kehidupan dalam masyarakat yang beragam. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran lintas budaya serta memperkuat nilai toleransi, perdamaian, dan kolaborasi di masa depan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menegaskan bahwa interaksi global merupakan elemen krusial bagi pengembangan kualitas mahasiswa di era modern. Menurutnya, kompetensi akademik saja tidak cukup tanpa dibarengi kematangan berkomunikasi di lingkungan yang beragam.
“Melalui kegiatan ini, mereka memiliki kesempatan untuk membangun interaksi yang baik serta saling mengenal lebih dekat dengan para mahasiswa asing. Kemampuan beradaptasi dan memahami dinamika masyarakat multikultural inilah yang akan membentuk karakter pemimpin masa depan yang inklusif dan harmonis,” jelasnya saat di wawancarai di Ruang 405 Rektorat UNNES, Kota Semarang, Jumat (13/3/2025).
Menurutnya, pengenalan lebih dekat dengan mahasiswa asing akan membantu mahasiswa UNNES membangun jejaring yang lebih luas. Hal ini dianggap sebagai bekal penting untuk membentuk karakter pemimpin masa depan yang mampu menciptakan harmoni.
“Interaksi antara mahasiswa berprestasi dan mahasiswa internasional di forum seperti ini sangatlah vital. Bagi mahasiswa berprestasi UNNES yang akan segera mengikuti berbagai seleksi tingkat nasional maupun internasional, pengalaman ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan,” tambahnya.
Kegiatan Cultural Mosaic diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya sesaat, namun menjadi pemantik kolaborasi riset maupun proyek kemahasiswaan internasional lainnya. Dengan adanya dialog terbuka mengenai perbedaan budaya, UNNES optimis mahasiswanya mampu membawa nilai-nilai perdamaian dan kolaborasi dalam kancah dunia. (Sat).



