
Semarang – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan melalui karya kreatif berbentuk video edukatif. Video tersebut mengangkat tema pencemaran lingkungan akibat limbah perkebunan jagung dan bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Dalam tayangan berdurasi beberapa menit itu, mahasiswa menyoroti dampak nyata dari sisa-sisa produksi jagung, seperti batang dan daun yang membusuk, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan, serta limbah pascapanen yang tidak dikelola dengan baik. Dokumentasi visual memperlihatkan kondisi lahan dan aliran air di sekitar area perkebunan yang mengalami penurunan kualitas akibat penumpukan limbah organik maupun residu bahan kimia.
Salah satu anggota tim kreator menjelaskan bahwa video ini dibuat sebagai bentuk awareness campaign, khususnya bagi petani dan generasi muda. Mereka menekankan bahwa limbah jagung sebenarnya memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai kompos, pakan ternak, maupun bahan baku kerajinan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tersebut tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tambahan.
Selain menampilkan kondisi lapangan, video tersebut juga memuat wawancara singkat dengan warga sekitar yang merasakan dampak pencemaran, seperti menurunnya kualitas air dan munculnya bau tidak sedap saat musim panen. Pendekatan visual yang kuat dipadukan dengan narasi informatif membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan menyentuh aspek emosional penonton.
Karya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Melalui media digital, mahasiswa UNNES berupaya mengajak masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas pertanian dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.



