Semarang, 27 Januari 2026 — Tutut Arum, mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang saat ini mengikuti Program Fast Track Magister Pendidikan IPA, berhasil melaksanakan ujian skripsi secara hybrid pada Selasa, 27 Januari 2026. Penelitiannya yang berjudul “Development of Local Wisdom-Based E-LKPD Flipbooks on the Topic of Quantities, Units, and Measurement to Improve Problem-Solving Skills” berfokus pada pengembangan bahan ajar digital inovatif pada topik dasar fisika besaran, satuan, dan pengukuran untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ellianawati dan merupakan bagian dari luaran skema penelitian Matching Grant 2025 yang didanai melalui DPA Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang mencerminkan dukungan institusi terhadap inovasi pembelajaran berbasis riset.
Dalam penelitian ini, Tutut Arum mengintegrasikan praktik pengukuran tradisional dan satuan lokal dari wilayah Purbalingga sebagai konteks pembelajaran fisika. Satuan tradisional seperti hasta, jengkal, dan depa digunakan sebagai jembatan konseptual untuk membantu siswa memahami konsep besaran dan satuan dalam Sistem Internasional (SI). Pendekatan kontekstual ini menjadikan pembelajaran fisika lebih bermakna dan relevan secara budaya, sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa dalam aktivitas pembelajaran STEM.
Temuan empiris menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan problem solving siswa setelah penerapan E-LKPD flipbook berbasis kearifan lokal. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), dengan hasil N-Gain berada pada kategori rendah hingga sedang, serta beberapa siswa mencapai peningkatan tinggi. Hasil ini menegaskan potensi lingkungan pembelajaran STEM yang responsif terhadap budaya dalam menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan keterampilan pemecahan masalah. Respon siswa terhadap media pembelajaran juga sangat positif, yang menunjukkan bahwa media pembelajaran digital ini menarik, mudah diakses, dan relevan secara kontekstual.

Ujian skripsi ini melibatkan penguji luar internasional, Mr. Mohammad Mubarrak Mohd. Yusof, M.Ed. dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, serta penguji dalam, Dr. Suharto Linuwih, M.Si. dari Program Studi Pendidikan Fisika UNNES. Keterlibatan penguji internasional ini mencerminkan komitmen kuat UNNES terhadap internasionalisasi akademik dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui kolaborasi global, peningkatan kualitas riset, dan penguatan jejaring internasional.
Pelaksanaan ujian secara hybrid juga menunjukkan komitmen UNNES terhadap transformasi digital dalam pendidikan tinggi serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara. Program Fast Track menjadi salah satu inisiatif strategis UNNES untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia unggul dan mendukung visi universitas menuju World Class University (WCU).
Penelitian ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), melalui pengembangan pembelajaran yang inklusif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan STEM berkontribusi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, termasuk berpikir kritis, problem solving, literasi digital, dan kesadaran budaya. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam topik dasar fisika mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan keterampilan pemecahan masalah siswa, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap inovasi pembelajaran sains berbasis riset di tingkat nasional dan internasional.





