FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan ujian skripsi bertaraf internasional atas karya Githa Amanda Abriana Prayitno, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, pada hari Senin, 26 Januari 2026. Githa mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis aktivitas hands-on dengan mengintegrasikan kearifan lokal Kampung Jamu Semarang ke dalam pembelajaran fisika energi terbarukan. Penelitian berjudul “Development of Integrated Local Wisdom Hands-on Activity Student Worksheet with Turmeric-Based Coloring System to Improve Students’ Critical Thinking Skills and Environmental Awareness in Renewable Energy Materials” dipertahankan di hadapan dewan penguji yang terdiri atas Assoc. Prof. Dr. Nguyen Van Bien dari Hanoi National University of Education (HNUE), Vietnam, sebagai penguji luar negeri, dan Dr. Bambang Subali, M.Pd., sebagai penguji internal UNNES.
Inovasi utama penelitian ini terletak pada pemanfaatan kompor tenaga surya sebagai media eksplorasi fenomena fisika perpindahan kalor dan konversi energi, sekaligus sebagai alat untuk mengamati perubahan warna ekstrak kunyit yang bersifat termokromik—yakni perubahan karakteristik warna akibat variasi suhu selama proses ekstraksi pewarna alami. Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), siswa tidak hanya memahami prinsip kerja energi surya secara teoretis, tetapi juga mengamati secara langsung hubungan antara variabel fisika (suhu, waktu pemanasan) dengan perubahan sifat kimia-fisika kunyit, kemudian mengaplikasikannya dalam pewarnaan tekstil ramah lingkungan. Desain pengembangan mengikuti model ADDIE dengan validasi komprehensif (konten, penyajian, kebahasaan, dan grafis), menghasilkan LKPD yang memperoleh skor validitas sangat tinggi (Aiken’s V = 0,85–0,91) dan dinilai “Sangat Praktis” oleh guru (91,48%) maupun siswa (89,08%). Uji efektivitas melalui desain kuasi-eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis (N-Gain = 0,79) dan kesadaran lingkungan (N-Gain = 0,73) pada kelompok eksperimen.

Kontribusi penelitian ini selaras dengan pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, khususnya IKU #3 (peningkatan kualitas lulusan melalui pengembangan kompetensi abad ke-21), IKU #4 (inovasi pembelajaran berbasis riset dan kontekstualisasi lokal), serta IKU #7 (penguatan kolaborasi internasional) yang diwujudkan melalui partisipasi aktif pakar pendidikan sains ASEAN dalam penjaminan mutu akademik. Kolaborasi dengan HNUE Vietnam memperkuat jejaring riset pendidikan sains lintas batas sekaligus mendukung positioning UNNES dalam roadmap *World Class University* (WCU) melalui penguatan reputasi internasional dan transfer pengetahuan dalam pengembangan kurikulum STEM yang kontekstual. Lebih dari itu, integrasi kearifan Kampung Jamu ke dalam pembelajaran fisika menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan sains terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (pendidikan berkualitas), 7 (energi bersih), 12 (konsumsi berkelanjutan), dan 13 (aksi iklim).
Karya Githa membuktikan bahwa kearifan lokal bukan sekadar pelengkap kurikuler, melainkan fondasi epistemik yang memungkinkan siswa memaknai konsep fisika melalui fenomena yang hidup dalam budaya mereka. Dengan menghubungkan sinar matahari, perubahan suhu, dan transformasi warna kunyit dalam satu rangkaian aktivitas bermakna, penelitian ini menawarkan model pembelajaran yang utuh—menggabungkan ketajaman analitis, kepekaan ekologis, dan apresiasi terhadap warisan budaya—sebagai bekal generasi muda menghadapi tantangan keberlanjutan global. Selamat kepada Githa Amanda Abriana Prayitno atas kontribusi akademiknya yang substantif dan inspiratif bagi kemajuan pendidikan fisika Indonesia.





