Program Studi Ilmu Lingkungan, FMIPA, Universitas Negeri Semarang (UNNES) menerapkan Project-Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Case-Based pada mata kuliah Drainase Lingkungan melalui proyek pembuatan biopori. Kegiatan ini diampu oleh Trida Ridho Fariz, M.Sc. dan Putri Alifa Kholil, M.Ling., sebagai bentuk pembelajaran aplikatif yang relevan dengan isu lingkungan nyata.
Berbeda dengan proyek besar yang melelahkan, PjBL ini dirancang sebagai micro project yang ringan, santai, dan menyenangkan. Mahasiswa tetap dapat menjalani aktivitas akademik lainnya tanpa kehilangan esensi pembelajaran. Proses penanaman biopori bahkan menjadi momen belajar kolaboratif yang seru karena dilakukan bersama-sama di lapangan.
Tahapan pembelajaran dimulai dari identifikasi masalah, yakni penentuan titik atau area di lingkungan FMIPA UNNES yang kerap mengalami genangan saat hujan. Setelah lokasi teridentifikasi, mahasiswa mendesain bentuk dan spesifikasi biopori, kemudian mempresentasikan rancangannya di kelas. Setelah desain disetujui, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman biopori secara kolektif yang dilaksanakan pada 17 Desember 2025.


Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan terkait pengelolaan air berkelanjutan dan ketahanan lingkungan perkotaan. Implementasi biopori menjadi contoh aksi sederhana namun berdampak nyata dalam mengurangi limpasan permukaan dan meningkatkan infiltrasi air tanah.
Penerapan proyek ini dinilai tepat bukan semata karena UNNES dikenal sebagai kampus konservasi, melainkan karena secara hidrologis UNNES berada di wilayah DAS Garang, salah satu daerah aliran sungai prioritas di Jawa Tengah. Dengan demikian, pembelajaran drainase lingkungan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga kontekstual dan berkontribusi langsung pada isu lingkungan regional.





