Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang. Mereka meraih penghargaan dalam ajang nasional Karni Ilyas Award 2026-Lomba Karya Visual Jurnalistik Mahasiswa Indonesia. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh tvOne pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Tim mahasiswa UNNES berhasil meraih Juara 1 melalui karya berjudul “Etnopedagogi Ibu Bumi: Suara Sedulur Sikep.” Capaian ini menjadi bukti kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Tim UNNES yang mengusung nama Kendeng Lestari terdiri atas Muhammad Saputra Agung Pratama, Nadia, Lingga Yudistira Raka Persada, dan Natsuwa Cindi Aulia. Selama proses persiapan, mereka dibimbing secara intensif oleh Harto Wicaksono, S.Pd., M.A.
Karya tersebut mengangkat nilai-nilai kearifan lokal komunitas Sedulur Sikep dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam melalui pendekatan etnopedagogi.
Selain itu, karya ini menampilkan visual yang kuat serta narasi reflektif. Dengan pendekatan tersebut, tim menghadirkan potret pendidikan berbasis budaya yang relevan dengan isu keberlanjutan.
Penghargaan diserahkan dalam seremoni yang turut dihadiri oleh Meutya Hafid selaku Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Turut hadir pula Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Founder Rumah Perubahan. Selain itu, acara tersebut juga dihadiri oleh Karni Ilyas selaku inisiator kegiatan.
Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas mahasiswa UNNES dalam bidang jurnalistik visual. Di sisi lain, capaian tersebut menegaskan kontribusi akademik terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Secara khusus, karya “Etnopedagogi Ibu Bumi” selaras dengan Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal. Tidak hanya itu, karya ini juga sejalan dengan Tujuan 15, yakni Ekosistem Daratan, melalui pesan pelestarian lingkungan.
Dosen pembimbing, Harto Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi tim mahasiswa. Menurutnya, tim mampu mengolah isu budaya dan lingkungan menjadi karya jurnalistik yang inspiratif dan berdampak. Oleh karena itu, ia berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berkarya serta menghadirkan narasi yang berpihak pada keberlanjutan.




