Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal terus dilakukan Universitas Negeri Semarang melalui program UNNES GIAT 14.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Anindya Chesta Laksmi dan Ramadhania Salma Nur Azzahra, melaksanakan program kerja individu berupa pemanfaatan limbah klobot jagung menjadi kerajinan tangan bernilai guna dan ekonomis di Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Program tersebut dilatarbelakangi hasil observasi lapangan dan wawancara dengan petani jagung setempat yang menunjukkan melimpahnya hasil pertanian jagung di Desa Soropaten. Namun demikian, limbah tanaman jagung, khususnya klobot jagung, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibiarkan menjadi limbah tanpa nilai tambah.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa UNNES GIAT 14 menggagas inovasi pengolahan klobot jagung menjadi berbagai produk kerajinan, seperti bunga hias dan tatakan gelas. Inovasi ini tidak hanya berpotensi mengurangi limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa.
Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa menyelenggarakan workshop pembuatan kerajinan klobot jagung yang bertempat di aula Balai Desa Soropaten. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama, mengingat peran strategis mereka dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi rumah tangga.
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai potensi klobot jagung, tahapan pengolahan bahan, hingga praktik langsung pembuatan kerajinan. Antusiasme peserta tampak selama kegiatan berlangsung melalui keterlibatan aktif ibu-ibu PKK dalam setiap proses pembuatan produk.
Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat Desa Soropaten.




