Kota Semarang, 14 Oktober 2026 — SD Labschool UNNES menyelenggarakan workshop bertajuk “Cilik Peduli Lingkungan: Edukasi Zero Waste dan Bertanam Hidroponik” pada Rabu (14/10/2026) di Aula SD Labschool UNNES, Semarang. Kegiatan ini menghadirkan Teguh Prihanto, S.T., M.T. sebagai narasumber untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta pemanfaatan metode bercocok tanam yang ramah lingkungan.
Workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini. Melalui edukasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa diajak untuk memahami bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, baik di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk membangun sikap tanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Salah satu materi utama dalam workshop ini adalah zero waste, yaitu upaya mengurangi sampah melalui penggunaan sumber daya secara bijak dan perubahan kebiasaan sehari-hari. Peserta didik dikenalkan pada langkah-langkah sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah sesuai jenisnya. Melalui pemahaman tersebut, guru diharapkan semakin menyadari bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Selain membahas pengelolaan sampah, kegiatan ini memperkenalkan teknik bertanam hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media utama. Dalam sistem hidroponik, tanaman ditumbuhkan dengan memanfaatkan air dan larutan nutrisi yang sesuai. Pengenalan metode ini memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai cara menanam yang dapat diterapkan pada lahan terbatas sekaligus menjadi sarana untuk mengenal kebutuhan tanaman dan proses pertumbuhannya.
Melalui kedua materi tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Kebiasaan membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik, membuang dan memilah sampah dengan benar, serta merawat tanaman merupakan contoh langkah sederhana yang dapat dilakukan secara konsisten.
Lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pembiasaan perilaku ramah lingkungan. Keteladanan guru dan keterlibatan seluruh warga sekolah diperlukan agar nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan edukasi dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan positif dan karakter yang peduli terhadap lingkungan.
Kepala Pusat Pengembangan Sekolah Laboratorium, Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA. dalam sambutannya mengharapkan melalui kegiatan workshop “Cilik Peduli Lingkungan: Edukasi Zero Waste dan Bertanam Hidroponik”, SD Labschool UNNES, peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dan terdorong untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan. Integrasi edukasi pengelolaan sampah dan pengenalan hidroponik diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan hijau.
Cilik Peduli Lingkungan, mulai dari langkah kecil menuju perubahan besar!





