Semarang, 1 Juli 2026 – Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) secara resmi melepas 94 mahasiswa peserta Program UNNES Lantip Internasional Outbound Tahun 2026 yang akan melaksanakan praktik kependidikan di enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Australia, Mesir, dan Arab Saudi. Program ini merupakan salah satu langkah strategis UNNES dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
Acara pelepasan berlangsung di Kampus UNNES dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si., Akt., serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., pimpinan LPPP, dosen pembimbing, serta para mahasiswa peserta yang akan menjadi duta UNNES di berbagai institusi pendidikan mitra di luar negeri.
Program UNNES Lantip Internasional Outbound merupakan implementasi nyata komitmen UNNES dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi global, kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural, serta wawasan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan dan konservasi yang menjadi identitas universitas.
Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, seluruh peserta telah mengikuti serangkaian proses seleksi, administrasi, koordinasi, serta pembekalan intensif yang diselenggarakan oleh LPPP. Pembekalan difokuskan pada penguatan kompetensi akademik dan pedagogik, etika profesi, komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai representasi Universitas Negeri Semarang dan bangsa Indonesia di tingkat internasional.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP), Prof. Dr. Rodiyah, S.Pd., S.H., M.Si., menegaskan bahwa pembekalan menjadi tahapan yang sangat penting agar mahasiswa tidak hanya siap melaksanakan praktik mengajar, tetapi juga mampu menjadi duta pendidikan yang membawa citra positif UNNES di dunia internasional.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, menghormati budaya dan aturan di negara tujuan, menjalin komunikasi yang baik dengan institusi mitra, serta senantiasa menjaga nama baik Universitas Negeri Semarang, bangsa, dan negara. Jadikan pengalaman ini sebagai ruang belajar untuk memperkaya wawasan, memahami praktik pendidikan di tingkat global, dan mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional yang adaptif serta berdaya saing internasional,” pesannya.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Zaenuri, S.E., M.Si., Akt., mengingatkan bahwa para mahasiswa membawa amanah yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan program praktik mengajar.
“Saudara akan memasuki sekolah-sekolah di luar negeri untuk belajar sekaligus mengajar. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadilah guru yang mampu menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia. Jaga sikap, integritas, dan profesionalisme selama berada di negara tujuan. Jangan pernah melupakan tiga visi besar UNNES, yaitu reputasi, pelopor, dan berwawasan konservasi. Bangun reputasi UNNES melalui karya dan keteladanan, belajar dari praktik pendidikan terbaik di negara mitra, kemudian bawa pulang pengalaman tersebut untuk memperkuat pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Selama kurang lebih satu bulan, para mahasiswa akan melaksanakan praktik pembelajaran di sekolah maupun institusi pendidikan mitra sesuai dengan penempatan masing-masing. Selain memperoleh pengalaman mengajar dalam konteks internasional, peserta juga akan berinteraksi secara langsung dengan budaya, sistem pendidikan, serta lingkungan akademik di negara tujuan sehingga mampu memperluas perspektif global dan meningkatkan kompetensi profesional sebagai calon guru.
Program UNNES Lantip Internasional Outbound juga menjadi media diplomasi pendidikan yang memperkenalkan kualitas sumber daya manusia Indonesia kepada masyarakat internasional. Melalui keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas akademik dan sosial di negara mitra, program ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kerja sama internasional UNNES sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan yang lebih luas pada masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan Program UNNES Lantip Internasional Outbound Tahun 2026, UNNES kembali menegaskan komitmennya sebagai universitas bereputasi internasional yang konsisten mencetak lulusan unggul, profesional, berkarakter konservasi, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di tingkat global.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Pelaksanaan Program UNNES Lantip Internasional Outbound Tahun 2026 mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi calon pendidik dalam lingkungan pembelajaran internasional, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan di berbagai negara, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan diplomasi pendidikan, kolaborasi lintas budaya, dan pembangunan hubungan internasional yang saling menghormati.





