Early Literacy Development for Early Childhood Teachers
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Ketua Pelaksana Ibu Girindra Putri Dewi Saraswati, S.Pd., M.A., Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni yang dilaksanakan pada hari Jumat 19 Juni 2026, mengundang Prof Mindy Blaise dari Edith Cowan University Australia sebagai narasumber.
Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh Kepala Sekolah dan Guru SD dan TK di wilayah Kecamatan Gajahmungkur, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Labschool Unnes
Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Labschool UNNES, Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim pengabdian dari FBS dan Prof. Mindy Blaise yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat, harapannya ilmu yang didapat dapat diterapkan guru-guru saat mengajar di sekolah SD maupun PAUD
Hasil riset oleh Mindy Blaise, peserta diajak memahami konsep Place-Based Pedagogy dan Common Worlding Pedagogies dalam pendidikan anak usia dini. Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung anak dengan lingkungan tempat mereka hidup dan bertumbuh.
Dalam Common Worlding Pedagogies, anak dipandang sebagai bagian dari dunia yang hidup berdampingan dengan manusia, hewan, tumbuhan, cuaca, dan berbagai unsur alam lainnya. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang untuk mengajak anak mengalami dan mengeksplorasi lingkungan secara langsung. Misalnya, saat mempelajari angin, anak diajak keluar untuk merasakan hembusannya, mendengarkan suaranya, mengamati dampaknya pada lingkungan sekitar, serta merefleksikan pengalaman tersebut. Demikian pula ketika mempelajari cuaca, anak dapat terlibat dalam berbagai proyek yang berhubungan dengan fenomena alam di sekitar mereka.
Prof. Mindy Blaise, yang dikenal melalui kajiannya tentang Common Worlding Pedagogies dan Pendidikan Anak Usia Dini, menekankan pentingnya membangun hubungan yang bermakna antara anak, lingkungan, dan komunitas. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang alam, tetapi juga pada pengalaman hidup bersama alam sebagai bagian dari dunia yang saling terhubung.
Kesimpulan utama diskusi ini adalah bahwa anak belajar paling baik ketika mereka terlibat langsung dengan lingkungan sekitarnya, sehingga tumbuh rasa ingin tahu, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap tempat mereka berpijak serta dunia yang mereka huni bersama.
Prof. Mindy Blaise Paparkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan bagi Guru TK dan SD di Labschool UNNES
Semarang — Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin oleh Girindra Putri Dewi Saraswati, S.Pd., M.A., dosen Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dan dialog pendidikan pada Jumat, 19 Juni, pukul 13.30–15.30 WIB di Aula Labschool UNNES.
Kegiatan ini sekaligus merupakan kolaborasi antara kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh LPPM UNNES dengan program Visiting (Inviting) Top Professor dari anggaran EQUITY LPDP Kemendiktisaintek yang mendatangkan Prof. Mindy Blaise dari Edith Cowan University, Australia. Peserta kegiatan terdiri atas kepala sekolah, guru sekolah dasar (SD), dan guru taman kanak-kanak (TK) di wilayah Kecamatan Gajahmungkur.
Acara dibuka dan disambut oleh Kepala Pusat Pengembangan Labschool UNNES, Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan akademisi internasional dengan para praktisi pendidikan untuk berbagi wawasan dan pengalaman dalam pengembangan pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan dibuka dengan paparan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat tentang konsep literasi, konsep Pendidikan lingkungan hidup, dan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan ke dalam pembelajaran anak usia dini. Disampaikan oleh Girindra Putri Dewi Saraswati, S.Pd., M.A. dan Zuhrul Anam, S.S., M.Hum., bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan alternatif pendekatan terhadap teknik dan metode pengajaran literasi secara umum dan literasi lingkungan hidup secara khusus di kelas anak usia dini.
Pada sesi selanjutnya, Prof. Mindy Blaise memaparkan hasil risetnya mengenai konsep Place-Based Pedagogy dan Common Worlding Pedagogies dalam pendidikan anak usia dini. Kedua pendekatan tersebut menekankan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung anak dengan lingkungan tempat mereka hidup dan berkembang.
Melalui pendekatan Common Worlding Pedagogies, anak dipandang sebagai bagian dari dunia yang hidup berdampingan dengan manusia, hewan, tumbuhan, cuaca, dan berbagai unsur alam lainnya. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada anak dalam mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Sebagai contoh, ketika mempelajari tentang angin, anak tidak hanya menerima penjelasan di dalam kelas, tetapi diajak keluar untuk merasakan hembusannya, mendengarkan suaranya, mengamati pengaruhnya terhadap lingkungan, serta merefleksikan pengalaman tersebut. Demikian pula dalam pembelajaran mengenai cuaca, anak dapat terlibat dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan fenomena alam yang mereka jumpai sehari-hari.
Prof. Mindy Blaise, yang dikenal luas melalui kajiannya tentang Common Worlding Pedagogies dan pendidikan anak usia dini, menekankan pentingnya membangun hubungan yang bermakna antara anak, lingkungan, dan komunitas. Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan tentang alam, tetapi juga pada pengalaman hidup bersama alam sebagai bagian dari dunia yang saling terhubung.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan anak. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi gagasan bagi para pendidik untuk mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih relevan dengan lingkungan sekitar.
Sebagai kesimpulan, kegiatan ini menegaskan bahwa anak belajar paling efektif ketika mereka terlibat secara langsung dengan lingkungan sekitarnya. Pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap tempat mereka berpijak dan dunia yang mereka huni bersama.



