Kenalkan Budaya Lokal ke Dunia, UNNES Ajari Bule Membatik Ecoprint di ICD 2026

Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Indonesia ke kancah global melalui kegiatan International Community Development (ICD) 2026. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah workshop membatik ecoprint yang diikuti peserta internasional di Desa Ngesrepbalong, Kabupaten Kendal, Jumat (6/2/2026).

Puluhan peserta asing atau bule dari berbagai negara tampak antusias mengikuti proses pembuatan ecoprint bersama warga desa. Dengan memanfaatkan daun dan bahan alami dari lingkungan sekitar, peserta belajar secara langsung teknik membatik ramah lingkungan yang menjadi ciri khas kerajinan lokal desa tersebut.

Kepala Kantor Internasional dan SDGs Center UNNES, Alfath Yanuarto, S.Kom., mengatakan bahwa ICD 2026 merupakan wujud nyata komitmen UNNES dalam membangun jejaring global yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

“Keberagaman latar belakang peserta mencerminkan semangat inklusivitas dan kemitraan internasional yang terus diperkuat UNNES melalui program-program kolaboratif. Peserta tidak hanya mengikuti kegiatan budaya, namun juga terlibat langsung dalam pembelajaran berbasis masyarakat yang menekankan praktik keberlanjutan dan kepedulian sosial,” ujar Alfath.

Selain ecoprint, peserta ICD 2026 juga mengikuti berbagai aktivitas berbasis budaya dan lingkungan, seperti tea blending class, janur weaving workshop, kelas pembuatan gula aren, pembelajaran tanaman herbal, hingga kegiatan alam di kawasan Curug Lawe–Sicepit. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pemahaman peserta tentang praktik hidup berkelanjutan di tingkat komunitas.

Sementara itu, Ketua Program EQUITY UNNES yang juga menjabat sebagai Sekretaris Universitas, Prof. Dr. Sugianto, M.Si., menjelaskan bahwa ICD 2026 didukung oleh Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Program (EQUITY Program). Program tersebut merupakan inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penguatan kolaborasi global, serta kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Program ICD 2026 menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang memperkuat kerja sama internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Saya berharap program ini menjadi pengalaman bermakna dan berkesan bagi seluruh peserta serta mempererat persahabatan internasional,” kata Prof. Sugianto.

Setelah rangkaian pembukaan di kampus, peserta melanjutkan kegiatan ke Desa Ngesrepbalong, Kabupaten Kendal, yang menjadi lokasi utama pelaksanaan ICD 2026. Desa tersebut memiliki potensi sumber daya alam, nilai budaya, serta kearifan lokal yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan komunitas.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti ecoprint workshop, tea blending class, janur (palm-leaf) weaving workshop, serta pemutaran film bertema konservasi. Kegiatan ini memperkuat kesadaran peserta dalam mendukung praktik ramah lingkungan dan budaya hidup berkelanjutan.

Peserta juga mengikuti pembelajaran tanaman hutan dan herbal, kegiatan alam di kawasan Curug Lawe–Sicepit, kelas pembuatan gula aren, kelas aksara Jawa, sesi meditasi, serta pertukaran pengetahuan lintas budaya. Rangkaian kegiatan tersebut mendorong pembelajaran kontekstual sekaligus mendukung pelestarian potensi desa.

Pada hari terakhir, peserta melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja di desa sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan atmosfer internasionalisasi yang sejalan dengan komitmen UNNES dalam memperluas jejaring global berbasis pemberdayaan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ICD 2026 diharapkan dapat memperkuat kontribusi UNNES dalam mendukung capaian pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), pertumbuhan ekonomi masyarakat (SDG 8), penguatan komunitas desa (SDG 11), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12), aksi terhadap perubahan iklim (SDG 13), serta kemitraan global berbasis kolaborasi (SDG 17).

ICD 2026 diikuti oleh 35 peserta dari berbagai negara, di antaranya Denmark, Belgia, Filipina, Kenya, Zimbabwe, Afghanistan, Nigeria, Tanzania, Rwanda, Yaman, Uganda, Kanada, Gambia, Sierra Leone, Pakistan, serta Indonesia. ICD 2026 sekaligus menjadi bentuk implementasi visi UNNES sebagai universitas bereputasi dunia berwawasan konservasi melalui aksi nyata di tengah masyarakat. (Sat)

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

Who we are

Our website address is: https://unnes.ac.id.

Comments

When visitors leave comments on the site we collect the data shown in the comments form, and also the visitor’s IP address and browser user agent string to help spam detection.

An anonymized string created from your email address (also called a hash) may be provided to the Gravatar service to see if you are using it. The Gravatar service privacy policy is available here: https://automattic.com/privacy/. After approval of your comment, your profile picture is visible to the public in the context of your comment.

Media

If you upload images to the website, you should avoid uploading images with embedded location data (EXIF GPS) included. Visitors to the website can download and extract any location data from images on the website.

Cookies

If you leave a comment on our site you may opt-in to saving your name, email address and website in cookies. These are for your convenience so that you do not have to fill in your details again when you leave another comment. These cookies will last for one year.

If you visit our login page, we will set a temporary cookie to determine if your browser accepts cookies. This cookie contains no personal data and is discarded when you close your browser.

When you log in, we will also set up several cookies to save your login information and your screen display choices. Login cookies last for two days, and screen options cookies last for a year. If you select “Remember Me”, your login will persist for two weeks. If you log out of your account, the login cookies will be removed.

If you edit or publish an article, an additional cookie will be saved in your browser. This cookie includes no personal data and simply indicates the post ID of the article you just edited. It expires after 1 day.

Embedded content from other websites

Articles on this site may include embedded content (e.g. videos, images, articles, etc.). Embedded content from other websites behaves in the exact same way as if the visitor has visited the other website.

These websites may collect data about you, use cookies, embed additional third-party tracking, and monitor your interaction with that embedded content, including tracking your interaction with the embedded content if you have an account and are logged in to that website.

Who we share your data with

If you request a password reset, your IP address will be included in the reset email.

How long we retain your data

If you leave a comment, the comment and its metadata are retained indefinitely. This is so we can recognize and approve any follow-up comments automatically instead of holding them in a moderation queue.

For users that register on our website (if any), we also store the personal information they provide in their user profile. All users can see, edit, or delete their personal information at any time (except they cannot change their username). Website administrators can also see and edit that information.

What rights you have over your data

If you have an account on this site, or have left comments, you can request to receive an exported file of the personal data we hold about you, including any data you have provided to us. You can also request that we erase any personal data we hold about you. This does not include any data we are obliged to keep for administrative, legal, or security purposes.

Where your data is sent

Visitor comments may be checked through an automated spam detection service.