Semarang — Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) dan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Malaysia, memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui agenda penandatanganan Implementation Agreement (IA) yang dirangkaikan dengan penutupan program Inbound Visiting Lecturer pada Rabu (28/10/2026) di Gedung Dekanat FT UNNES.
Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik UMPSA yang dilaksanakan pada 26–28 Oktober 2026. Program ini menghadirkan tiga akademisi dari Faculty of Mechanical & Automotive Engineering Technology UMPSA, yaitu Assoc. Prof. Ts. Dr. Amir Abdul Razak, Assoc. Prof. Ts. Dr. Nasrul Hadi bin Johari, dan Ts. Dr. Luqman Hakim Bin Ahmad Shah.
Selama tiga hari pelaksanaan, kedua institusi terlibat dalam berbagai kegiatan akademik yang meliputi forum diskusi mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), dialog pengembangan kurikulum berkelanjutan, workshop penulisan artikel ilmiah berbantuan kecerdasan buatan, serta kuliah umum internasional bagi mahasiswa FT UNNES.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan akademisi kedua perguruan tinggi dalam berbagai pembahasan yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan, penelitian, dan teknologi. Interaksi ini memberikan ruang bagi pertukaran pengalaman akademik sekaligus pengenalan bidang keilmuan yang menjadi perhatian masing-masing institusi.
Penandatanganan Implementation Agreement merupakan salah satu bentuk penguatan kerja sama pada tingkat implementasi. Keberadaan dokumen ini diharapkan dapat menjadi dasar pelaksanaan kegiatan bersama sesuai dengan ruang lingkup dan ketentuan yang disepakati oleh para pihak.
Bagi FT UNNES, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri memiliki peran penting dalam memperluas jejaring akademik, meningkatkan interaksi internasional dosen dan mahasiswa, serta membuka peluang pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian secara kolaboratif.
Melalui penyelenggaraan program Inbound Visiting Lecturer dan penguatan kerja sama kelembagaan, FT UNNES berupaya membangun hubungan akademik internasional yang tidak berhenti pada kegiatan kunjungan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang terencana dan memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Kegiatan ini relevan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), khususnya melalui pengembangan kemitraan internasional dan pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi. Kolaborasi tersebut juga berpotensi mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kerja sama di bidang pendidikan tinggi.




