Semarang, 19 Oktober 2026 — Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) terus mendorong pengembangan kreativitas, riset, dan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat. Semangat tersebut tercermin melalui dua karya inovatif mahasiswa UNNES, yakni pengembangan cleansing balm berbasis teknologi Nanostructured Lipid Carrier (NLC) minyak bidara serta program pemberdayaan perempuan melalui inovasi brownies kering berbahan tepung mocaf.
Kedua inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki potensi manfaat di bidang kesehatan, pengembangan produk, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semangat ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya penguatan riset, pengembangan teknologi, industrialisasi berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas inovasi.
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026 di Universitas Diponegoro, Semarang. Ajang nasional ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil karya ilmiah, bertukar gagasan, serta mengembangkan jejaring kolaborasi.
Inovasi Pertama: Cleansing Balm Berbasis NLC Minyak Bidara
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) UNNES yang diketuai Salma Oktavina mengembangkan inovasi cleansing balm berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) minyak bidara. Tim ini beranggotakan Niken Ayu Saputri Ananda, Muhammad Firdaus Kurniawan, Sabila Nurfaiza, dan Lucky Raihan Tri Septian, yang berasal dari bidang Pendidikan Tata Kecantikan, Farmasi, Kedokteran, dan Teknik Kimia. Penelitian tersebut dibimbing oleh dr. Eny Widhia Agustin, M.K.M.

Inovasi ini berangkat dari kebutuhan akan produk pembersih wajah yang mampu mengangkat residu kosmetik secara efektif. Penggunaan kosmetik dekoratif, termasuk produk waterproof, dapat meninggalkan residu yang sulit dibersihkan menggunakan pembersih wajah biasa. Oleh karena itu, tim mengembangkan formulasi cleansing balm dengan memanfaatkan minyak bidara yang diintegrasikan ke dalam sistem pembawa lipid berukuran nano.
Teknologi NLC dipilih untuk mendukung stabilitas formulasi, kapasitas penghantaran bahan aktif, serta pelepasan senyawa aktif yang lebih optimal. Minyak bidara selanjutnya diformulasikan menjadi cleansing balm yang dirancang untuk membantu mengangkat residu makeup dan diteliti potensi aktivitas antibakterinya terhadap bakteri penyebab jerawat.
Proses penelitian meliputi pembuatan NLC minyak bidara, karakterisasi nanopartikel, formulasi produk, pengujian mutu fisik dan stabilitas, evaluasi aktivitas antibakteri, serta pengukuran kemampuan produk dalam membersihkan residu kosmetik. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan produk berbasis riset agar kualitas dan karakteristiknya dapat dievaluasi secara ilmiah.
Dalam kaitannya dengan SDG 9, penelitian ini memperlihatkan penerapan teknologi formulasi dan rekayasa bahan dalam pengembangan produk perawatan kulit berbasis sumber daya alam Indonesia. Pengembangan lebih lanjut berpotensi membuka ruang inovasi produk kosmetik berbasis bahan alam, sekaligus memperkuat hubungan antara penelitian perguruan tinggi dan kebutuhan pengembangan industri.
Inovasi Kedua: CASANOVA, Mengolah Singkong Menjadi Brownies Mocaf Bernilai Tambah
Inovasi berikutnya hadir melalui program CASANOVA (Cassava Social Enterprise and Innovation), yang dikembangkan oleh tim PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UNNES di bawah kepemimpinan Azis Sabila Rozaq dari Program Studi Teknik Arsitektur. Program ini dibimbing oleh Wiwit Setyowati, S.T., M.Sc., dan berkolaborasi dengan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang.

CASANOVA berfokus pada penguatan kapasitas perempuan warga binaan melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya hasil kebun singkong yang dikelola pihak panti. Melalui program ini, singkong diolah menjadi brownies kering berbasis tepung modified cassava flour (mocaf), sehingga memiliki nilai tambah sebagai produk pangan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif.
Program ini melibatkan 15 perempuan warga binaan usia produktif. Pendampingan tidak berhenti pada proses pembuatan produk, tetapi mencakup pengembangan resep, standardisasi prosedur operasional dan higiene produksi, pengelolaan keuangan, pendampingan legalitas usaha, serta strategi pemasaran digital.
Pendekatan tersebut dirancang untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan memahami tahapan pengembangan produk dari proses produksi hingga pemasaran. Pemanfaatan bahan baku lokal juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas singkong melalui pengolahan menjadi produk yang memiliki daya saing.
CASANOVA memiliki keterkaitan dengan SDG 9 melalui pengembangan inovasi produk berbasis potensi lokal, penguatan proses produksi, dan pengenalan praktik pengembangan usaha yang lebih terstruktur. Standardisasi produksi, pendampingan legalitas, serta pemanfaatan pemasaran digital menjadi unsur penting dalam membangun fondasi usaha yang berpotensi berkembang secara berkelanjutan.
Di samping itu, program ini turut mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pemberdayaan perempuan melalui keterampilan produksi dan kewirausahaan diharapkan dapat membuka peluang kemandirian ekonomi serta memperluas partisipasi kelompok masyarakat rentan dalam kegiatan produktif.
Menghubungkan Riset, Teknologi, dan Kebutuhan Masyarakat
Kedua inovasi tersebut menunjukkan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi. Riset cleansing balm berbasis NLC minyak bidara menitikberatkan pada pengembangan teknologi formulasi dan pengujian ilmiah produk, sedangkan CASANOVA berfokus pada penerapan inovasi pengolahan pangan dan penguatan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan produk bernilai ekonomi.
Keduanya menegaskan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan penemuan teknologi baru, tetapi juga kemampuan mengembangkan proses, produk, dan sistem yang dapat menjawab kebutuhan nyata. Agar manfaatnya berkelanjutan, inovasi memerlukan proses pengujian, peningkatan mutu, pengembangan kapasitas, serta peluang penerapan dan pemanfaatan yang lebih luas.
Melalui penguatan budaya riset dan kreativitas mahasiswa, FT UNNES diharapkan terus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya gagasan inovatif. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi sarana pembelajaran untuk menghubungkan kompetensi akademik dengan tantangan pembangunan.
PIMNAS ke-39 Tahun 2026 di Universitas Diponegoro menjadi salah satu momentum penting dalam pengembangan budaya ilmiah mahasiswa Indonesia. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, karya mahasiswa diharapkan mampu terus berkembang, memberi manfaat bagi masyarakat, dan berkontribusi pada pencapaian SDG 9 melalui penguatan riset, teknologi, serta pengembangan produk dan proses yang berkelanjutan.




