Semarang, 12 Oktober 2026 Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Engineering Research Club Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (EneRC FT UNNES) resmi dinyatakan lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya 2026 di Makassar. Pencapaian ini menjadi bukti nyata perjuangan panjang tim selama hampir satu tahun, mulai dari tahap survei lapangan, penyusunan subproposal, implementasi program, hingga serangkaian seleksi ketat dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdikbudristek. Dari total 2.192 subproposal yang masuk secara nasional, tim ini menjadi satu dari 120 tim yang berhak melaju ke Makassar, sebuah capaian yang tidak datang tanpa pengorbanan.
Bermula dari Nol: Survei Lima Kelurahan dalam Satu Minggu
Perjalanan ini berawal dari organisasi kemahasiswaan EneRC, Badan Semi Otonom (BSO) FT UNNES yang bergerak di bidang keilmiahan, penelitian, dan teknologi. Usai reorganisasi pada awal Januari 2026, tim yang terdiri dari 15 mahasiswa mulai bergerak. Rapat perdana menghasilkan peta lima kelurahan yang akan disurvei: Patemon, Pakintelan, Kalisegoro, Ngijo, dan Kandri. Dalam satu minggu penuh di awal Februari, tim turun langsung ke lapangan. Satu kelompok mewawancarai pihak kelurahan, sementara kelompok lain mengobservasi kondisi nyata masyarakat. Seluruh temuan dicatat secara cermat sebagai bahan pertimbangan.
Hasil rapat evaluasi menetapkan Kelurahan Kandri sebagai sasaran utama. Tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan: penurunan kunjungan wisatawan, potensi limbah ternak sapi yang belum terkelola, dan lahan perkebunan yang kurang produktif. Dari sinilah benih gagasan Smart-Agro Edu-Tourism mulai tumbuh, sebuah konsep yang kelak menjawab tiga persoalan itu sekaligus, dan sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan potensi lokal desa wisata.
FGD Melahirkan Kebun Organik Pintar (KOP)
Setelah berkoordinasi intensif dengan Lurah Kandri Mutmainah, S.E., Ketua Pokdarwis Pandanaran Syaeful Ansori, S.H., Ketua Kelompok Tani Muda Mandiri Mujiyono, S.Par, dan Ketua RW 1, tim menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada minggu ketiga Februari bersama seluruh mitra internal desa. Hasilnya bulat: seluruh warga sepakat mendukung hadirnya paket wisata baru bernama Kebun Organik Pintar (KOP) berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) Digester Biogas Slurry. Konsep ini dipandang mampu memberdayakan semua elemen, mulai dari Pokdarwis, Kelompok Tani, UMKM, hingga PKK, sekaligus menghadirkan daya tarik wisata edukasi baru yang segar di Desa Wisata Kandri. Langkah ini sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Malam-Malam Panjang Penyusunan Subproposal
Memasuki Maret 2026, buku panduan PPK Ormawa terbit dan tim langsung membagi tugas perbab. Proses penyusunan subproposal bukan perjalanan yang mudah. Tim harus melewati seleksi internal UNNES secara bertahap: 50 besar, 20 besar, hingga 10 besar, sebelum akhirnya bersaing di seleksi Belmawa yang menentukan lolos tidaknya pendanaan. Revisi demi revisi, tenggat demi tenggat, dan malam-malam begadang hingga pukul tiga atau empat dini hari menjadi rutinitas tim, sementara pagi hingga sore tetap harus mengikuti perkuliahan. Perjuangan ini mencerminkan semangat SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana mahasiswa mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan aksi nyata di tengah masyarakat.
Malam takbiran Idul Adha menjadi momen yang tak akan terlupakan. Di saat orang-orang bersiap menyambut hari raya, kabar yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba: Tim PPK Ormawa EneRC FT UNNES 2026 dinyatakan LOLOS PENDANAAN. “Alhamdulillah”, satu kata yang keluar serentak dari seluruh anggota tim, menjawab lima bulan penantian dan kerja keras yang tidak pernah berhenti.
Empat Bulan Implementasi: Membangun dari Tanah hingga Launching
Program resmi berjalan mulai 2 Juni 2026. Satuan Tugas (Satgas) segera direkrut untuk mendukung jalannya program. Juni menjadi bulan penuh gerak: koordinasi dengan mitra, pembelian alat dan bahan, penggalian dan pembangunan TTG Digester Biogas Slurry, sosialisasi program pada 19 Juni, hingga Reorganisasi P4S dan pembentukan KOMPOSET (Kelompok Pengelola Smart-Agro Edu-Tourism) pada 1 Juli.
Juli membawa progres yang semakin nyata. Instalasi pipa biogas rampung, kebun organik mulai diolah dari nol: pembajakan lahan, pembuatan bedeng tanam, penanaman, hingga integrasi sistem penyiraman. Digester pun mulai menghasilkan pupuk padat, pupuk cair, dan biogas yang langsung dimanfaatkan untuk kebun dan dapur KOP. Capacity Building juga berjalan: pelatihan branding dan digital marketing (9 Juli), trial paket KOP (25 Juli), dan pelatihan alur wisata KOP (1 Agustus). Capaian bulan ini selaras dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab) melalui zero waste pengolahan limbah ternak menjadi energi dan pupuk organik.

Selanjutnya pada bulan Agustus, Tim menggelar audiensi dengan Dinas Pertanian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Wali Kota Semarang, dan Camat Gunungpati hingga dengan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) di Jakarta. Di sisi lain kebun organik mulai bisa dipanen; bayam hasil pupuk organik digester dibagikan dan dimasak sendiri oleh warga sebagai bukti nyata ekosistem organik yang berhasil dibangun. Capacity Building 3 tentang pengolahan limbah sapi digelar 6 Agustus. Puncaknya, pada 19 Agustus, Paket Wisata KOP resmi diluncurkan dalam seremoni yang dihadiri jajaran dinas, birokrasi kampus, Walikota Semarang, dan Camat , ditandai dengan penandatanganan prasasti KOP dan penanaman perdana di kebun. Tim juga memperluas branding KOP melalui podcast UNNES TV dan Kobar Tani Dispertan.
September: Panen Hasil, Lolos Abdidaya
Bulan September menjadi puncak dari perjalanan panjang ini. KOP mulai ramai dikunjungi wisatawan, dari siswa SD hingga SMP, yang datang untuk merasakan langsung pengalaman berkebun dan belajar ekosistem o rganik berbasis TTG. Dekan FT UNNES dan Dekan DIT Timor Leste pun berkunjung langsung ke KOP. Lokakarya digelar dengan penandatanganan IA, MoU, dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bersama mitra internal dan eksternal, guna memastikan keberlanjutan program jauh setelah masa pendampingan berakhir, sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).

Di sisi lain, Desa Wisata Kandri berhasil masuk 15 Besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) setelah bersaing dengan ribuan destinasi wisata di seluruh Indonesia, dengan KOP sebagai salah satu daya tarik yang dinilai. Desa Wisata Kandri juga telah meraih sertifikasi wisata ramah muslim. Dua prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim dan seluruh warga Kandri.
Pada 24 September, Penilaian Kemajuan Program (PKP) Eksternal oleh Belmawa digelar. Selama satu minggu penuh tim mempersiapkan segalanya, mulai dari dokumen, materi, hingga latihan presentasi, dengan ritme tidur yang kembali hanya 2-3 jam per malam. Hasilnya: tim dinyatakan LOLOS PKP. Proses verifikasi kemudian digelar secara daring, di mana seluruh mitra, mulai dari Lurah Kandri, Pokdarwis, Kelompok Tani, UMKM, P4S/KOMPOSET, Disbudpar, Dispertan, Disdik, BPP Gunungpati, hingga perwakilan Camat, hadir dan memberikan kesaksian dengan antusias di hadapan reviewer Belmawa.
5 Oktober 2026: Lolos Abdidaya Makassar
Tanggal 5 Oktober 2026, surat yang paling dinantikan akhirnya tiba. Tim PPK Ormawa EneRC FT UNNES 2026 dinyatakan LOLOS sebagai peserta Anugerah Abdidaya 2026 di Makassar. “Alhamdulillah” kembali bergema di antara seluruh anggota tim, sebuah rasa syukur yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Dari 2.192 subproposal yang bersaing di awal tahun, tim ini menjadi satu dari 120 yang terpilih untuk hadir di Makassar.

Kabar ini tidak hanya milik tim. Dengan penuh rasa syukur dan bangga, tim berbagi kabar kepada Lurah Kandri, seluruh mitra internal dan eksternal, jajaran kampus, dan yang paling utama kepada orang tua yang tanpa henti mendoakan setiap langkah perjalanan ini. Lolosnya tim ke Abdidaya bukan sekadar prestasi akademik, melainkan bukti bahwa kolaborasi nyata antara mahasiswa, masyarakat, dan institusi mampu melahirkan perubahan yang bermakna, sebuah semangat yang benar-benar mencerminkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dan Asta Cita ke-2 tentang pemberdayaan masyarakat desa dari bawah.
Tentang PPK Ormawa EneRC FT UNNES 2026
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) EneRC FT UNNES 2026 adalah program pengabdian masyarakat berbasis organisasi mahasiswa yang berfokus pada pengembangan Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang melalui konsep Smart-Agro Edu-Tourism. Program ini menghadirkan wisata edukasi Kebun Organik Pintar (KOP) berbasis Teknologi Tepat Guna Digester Biogas Slurry, yang mengintegrasikan pertanian organik, pengelolaan limbah berkelanjutan, dan pariwisata edukasi dalam satu ekosistem terpadu.




