Tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Praktik Pengecoran Logam Limbah Alumunium Praktik Otomotif dengan Tungku dan Kowi UNNES” di SMK Negeri 2 Kudus. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 12 Juni 2025, dan mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan sekolah. Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Rusiyanto, S.Pd., M.T., yang juga dikenal sebagai peneliti sekaligus pemegang paten Kowi UNNES serta menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang III Fakultas Teknik UNNES. Selain ketua, tim juga diperkuat oleh dua dosen anggota, yakni Dr. Ir. Rahmat Doni Widodo, S.T., M.T., dan Ir. Kaleb Priyanto, S.Pd., M.T. Tidak hanya dosen, mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Di antaranya Muhammad Zakky Mubarok, Muhammad Emir Al Hakim, Yudistira Rijal Andika, Hibban Pasya Hafid, dan Julivan Brian Womsiwor. Kehadiran mereka menegaskan komitmen UNNES untuk melibatkan generasi muda dalam membumikan inovasi riset melalui pengabdian masyarakat.
Setibanya di SMK Negeri 2 Kudus, tim disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Budi Susanto, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Harini, S.I.P., dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Khumaedi, S.Pd. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi atas kontribusi UNNES dalam memperkaya praktik kejuruan siswa. Rangkaian kegiatan berlangsung dalam beberapa sesi. Dimulai dengan pembukaan acara dan sambutan kepala sekolah, kemudian dilanjutkan dengan pre-test peserta, penyampaian materi teori, hingga praktik lapangan yang dipandu langsung oleh tim UNNES. Praktik meliputi instalasi dan persiapan alat, proses pengecoran logam, serta evaluasi hasil kerja siswa. Salah satu sesi penting adalah penyerahan bantuan alat praktik dari tim UNNES kepada pihak sekolah. Alat tersebut berupa tungku dan kowi berbasis limbah bahan evaporation boat, yang diharapkan dapat menjadi solusi alternatif atas kendala biaya dan ketahanan crucible impor maupun grafit konvensional.

Menurut data yang dihimpun, mitra SMK Negeri 2 Kudus menghadapi dua persoalan utama: pemanfaatan limbah alumunium hasil praktik otomotif yang belum optimal, serta keterbatasan crucible yang terjangkau dan tahan lama. Program pengabdian ini hadir sebagai jawaban nyata atas permasalahan tersebut. Pendekatan kegiatan dilakukan secara terstruktur melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi. Siswa tidak hanya dibekali teori pengecoran logam non-ferro, tetapi juga diajak praktik membuat kowi, mengoperasikan tungku berbahan bakar LPG, menyiapkan cetakan pasir, serta melakukan pengecoran alumunium secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata nilai pre-test siswa sebesar 4,85 melonjak menjadi 9,0 pada post-test. Peningkatan kompetensi sebesar 85,57% ini menegaskan efektivitas program dalam meningkatkan keterampilan vokasional siswa. Selain itu, pengamatan kualitatif memperlihatkan bahwa siswa menjadi lebih percaya diri, mampu bekerja sama dalam tim, dan mematuhi standar keselamatan kerja. Lebih jauh, praktik ini juga mengajarkan prinsip keberlanjutan dengan mendaur ulang limbah alumunium sehingga mengurangi biaya sekaligus berdampak positif terhadap lingkungan.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Kudus, Budi Susanto, menyampaikan terima kasih kepada tim UNNES atas ilmu, pendampingan, serta peralatan praktik yang diberikan. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkaya wawasan siswa dan mendukung pembelajaran berbasis Teaching Factory di sekolah. Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES melalui skema DPA Tahun 2025 dengan total pendanaan sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Program pengabdian ini membuktikan bahwa sinergi perguruan tinggi dengan sekolah kejuruan mampu menjembatani inovasi riset dan praktik pendidikan. Ke depan, model ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah vokasi lainnya, sebagai wujud nyata peran universitas dalam memajukan pendidikan, serta mendukung SDG 9 dengan membangun infrastruktur yang tangguh, mempromosikan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta mendorong inovasi.




