Peta Evakuasi Gedung CCR PLN Indonesia Power UBP Semarang Didorong untuk Perkuat Keselamatan Kerja

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Peta Evakuasi Gedung CCR PLN Indonesia Power UBP Semarang Didorong untuk Perkuat Keselamatan Kerja

SEMARANG – Ketersediaan informasi jalur evakuasi menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan industri. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian di Gedung Central Command Room (CCR) Blok 3 PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang yang belum memiliki peta jalur evakuasi sesuai kondisi gedung. Menjawab kebutuhan itu, Aulia Tasya Deswita, mahasiswa Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Semarang (UNNES), merancang peta evakuasi sebagai media informasi keselamatan.

Gedung CCR Blok 3 merupakan salah satu gedung baru di area pembangkitan. Ketiadaan peta evakuasi yang menggambarkan akses keluar secara visual menjadi perhatian karena pekerja membutuhkan informasi yang jelas mengenai arah evakuasi dan titik kumpul saat keadaan darurat. “Blok 3 ini memang masih blok baru, jadi perkembangan media visualisasi keselamatan seperti peta jalur evakuasi masih dalam tahap pengembangan,” ujar Egi, salah satu safety man di PT PLN Indonesia Power UBP Semarang.

Peta dirancang dengan mengacu pada kondisi aktual gedung, meliputi tata letak ruangan dan pintu darurat yang dapat digunakan sebagai akses evakuasi. Desain mencakup Ground Floor (GF), lantai 1, lantai 2, dan lantai 3, dengan informasi posisi pengguna, jalur evakuasi, pintu keluar darurat, serta titik kumpul. Kelengkapan informasi tersebut diharapkan membantu pekerja mengenali pilihan jalur keluar secara lebih mudah ketika menghadapi situasi darurat.

Selain desain peta, disusun pula policy brief sebagai bahan advokasi untuk mendorong penguatan informasi keselamatan di gedung tersebut. Desain telah dikonsultasikan dan diserahkan kepada PT PLN Indonesia Power UBP Semarang untuk mendukung pengembangan media visual keselamatan. Peta masih berupa rancangan dan belum memasuki tahap pencetakan maupun pemasangan fisik.

Upaya ini sejalan dengan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perhatian terhadap keselamatan pekerja, serta SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan media informasi keselamatan di lingkungan industri. Kegiatan yang merupakan bagian dari Magang Berdampak SKM Penggerak 2026 selama 54 hari ini menunjukkan peran mahasiswa dalam menghadirkan gagasan berbasis kebutuhan lapangan untuk mendukung lingkungan kerja yang lebih aman.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy