SEMARANG – Penguatan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi emerging di Jawa Tengah mendapat dukungan melalui kontribusi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) dalam program Magang Berdampak di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan surveilans dan pengendalian penyakit, antara lain melalui pengembangan poster ilmiah visualisasi kebijakan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) serta penyusunan Buletin Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) mingguan. Kontribusi tersebut membantu menerjemahkan informasi kesehatan yang kompleks menjadi materi yang lebih ringkas dan komunikatif untuk mendukung kewaspadaan serta tindak lanjut program kesehatan daerah.
Landasan pekerjaan tersebut adalah Dokumen Umpan Balik Pemetaan Risiko dan Rekomendasi Penyakit Infeksi Emerging Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang disusun Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berdasarkan hasil pemetaan kabupaten/kota. Pemetaan mencakup lima penyakit, yakni MERS, Polio, Avian Influenza, Meningitis Meningokokus, dan COVID-19. Seluruh 35 kabupaten/kota atau 100 persen telah melaksanakan pemetaan risiko dan menyusun rekomendasi. Capaian ini menyediakan gambaran kewaspadaan daerah sekaligus bahan untuk mengarahkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi emerging serta advokasi kepada pengambil kebijakan.
Pada aspek MERS, rekomendasi dari kabupaten/kota menyoroti kebutuhan penguatan rencana kontingensi penyakit pernapasan, kapasitas Tim Gerak Cepat (TGC), laboratorium, surveilans, serta komunikasi risiko. Informasi tersebut kemudian diolah mahasiswa menjadi poster ilmiah visualisasi kebijakan yang menyajikan kondisi risiko, aspek yang perlu mendapat perhatian, dan rekomendasi tindak lanjut dalam format visual yang sistematis. Luaran ini menjawab kebutuhan komunikasi informasi, edukasi, dan promosi kesehatan agar rekomendasi teknis lebih mudah dipahami serta dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan. Penyusunan poster juga sejalan dengan rekomendasi dalam dokumen umpan balik yang mendorong koordinasi dengan tim promosi kesehatan untuk mengembangkan media kewaspadaan MERS.
Kontribusi lainnya diwujudkan melalui penyusunan Buletin SKDR mingguan yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengolah dan menyajikan informasi surveilans secara berkala. Penguatan pelaporan SKDR, kapasitas petugas, serta pemanfaatan data untuk analisis dan penyebarluasan informasi merupakan bagian penting dalam mendukung deteksi dini dan respons penyakit. Sementara itu, dokumen umpan balik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah diarahkan sebagai bahan koordinasi lintas program dan lintas sektor, sekaligus advokasi kepada pengambil kebijakan daerah. Dengan demikian, pengolahan data, visualisasi kebijakan, dan penyebaran informasi surveilans saling melengkapi dalam membangun sistem kewaspadaan yang lebih informatif dan responsif.
Keterlibatan mahasiswa FK UNNES ini memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan nyata pelayanan kesehatan masyarakat. Dampaknya berkaitan langsung dengan SDG 3 melalui penguatan surveilans, deteksi dini, dan kesiapsiagaan penyakit; SDG 4 melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan kompetensi mahasiswa; SDG 9 melalui pemanfaatan visualisasi informasi untuk mendukung inovasi komunikasi kesehatan; SDG 16 melalui penyediaan informasi berbasis data sebagai bahan advokasi dan pengambilan keputusan; serta SDG 17 melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Capaian pemetaan seluruh kabupaten/kota dan tersedianya media visual serta buletin surveilans menjadi kontribusi nyata dalam mendukung penguatan kewaspadaan penyakit infeksi emerging di Jawa Tengah.
#FKUNNES #SDGs3 #SDGs4 #SDGs9 #SDGs16 #SDGs17


