SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES), mengembangkan Video Animasi Edukasi Jentik dan 3M Plus sebagai media pendukung pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Magelang. Media ini dirancang untuk membantu masyarakat mengenali jentik nyamuk, memahami tempat perkembangbiakannya, serta menerapkan langkah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan media tersebut merespons masih ditemukannya kasus DBD di Kabupaten Magelang. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang mencatat 560 kasus pada 2024 dan menurun menjadi 158 kasus pada 2025. Meski jumlah kasus mengalami penurunan, pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan masyarakat, terutama dengan penerapan 3M Plus dan pengawasan tempat-tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk.
Melalui kegiatan PKL Magang Berdampak SKM Penggerak 2026 di Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, mahasiswa menyusun materi dan naskah, membuat animasi, serta meninjau isi media bersama pihak dinas kesehatan. Pada Senin, 21 September 2026, video tersebut diserahkan kepada Penanggung Jawab DBD Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Rima Dhanti Rukmana, S.K.M. Ia mengapresiasi media tersebut karena dinilai menarik, informatif, dan mudah dipahami sehingga dapat membantu penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.
Video animasi itu dapat dimanfaatkan dalam edukasi di Puskesmas dan kegiatan kader, serta disebarluaskan melalui media sosial maupun saluran komunikasi masyarakat. Format digital memungkinkan materi diputar kembali dan digunakan dalam berbagai kesempatan, sehingga informasi tentang jentik dan 3M Plus tidak hanya bergantung pada penyuluhan tatap muka. Pemanfaatan media ini diharapkan memperluas jangkauan edukasi sekaligus mendukung pelaksanaan PSN secara rutin di lingkungan masyarakat.
Pengembangan media edukasi tersebut berkontribusi langsung pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan penyakit menular, serta mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan materi pembelajaran kesehatan yang mudah diakses. Kolaborasi mahasiswa dan Dinas Kesehatan mencerminkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sementara pemanfaatan animasi digital turut berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Penyebaran informasi dan penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga mendukung SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan akses terhadap informasi kesehatan. Inisiatif ini menunjukkan peran pendidikan tinggi dalam menghasilkan media edukasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program kesehatan daerah.
#FKUNNES #UNNES #SDGs3 #SDGs4 #SDGs9 #SDGs11 #SDGs16 #SDGs17


