Flipchart SIAGA DBD Mahasiswa FK UNNES Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Kawengen, Dukung Tujuh Tujuan SDGs

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Flipchart SIAGA DBD Mahasiswa FK UNNES Tingkatkan Pengetahuan Masyarakat Kawengen, Dukung Tujuh Tujuan SDGs

SEMARANG – Mahasiswa Magang Berdampak SKM Penggerak Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) mengembangkan dan menerapkan media edukasi flipchart SIAGA DBD untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Edukasi dilaksanakan di Desa Kawengen, wilayah kerja Puskesmas Kalongan, Kabupaten Semarang, pada 12 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program magang di Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi kesehatan masyarakat secara langsung.

Flipchart SIAGA DBD dirancang sebagai media promosi kesehatan yang memuat informasi mengenai DBD, tempat perkembangbiakan nyamuk, gejala penyakit, serta langkah pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Materi tersebut mencakup menguras, menutup, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Penyajian dalam bentuk lembar balik diharapkan memudahkan tenaga kesehatan dan kader menyampaikan informasi secara visual, terstruktur, dan interaktif kepada masyarakat.

Pelaksanaan edukasi diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta, dilanjutkan penyampaian materi menggunakan flipchart, dan diakhiri post-test serta pengisian angket respons media. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan masyarakat meningkat dari 61,00 pada pre-test menjadi 87,33 pada post-test. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 sebagaimana dilaporkan dalam hasil evaluasi, yang menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Sementara itu, penilaian masyarakat terhadap media mencapai 89,44 persen dengan kategori sangat praktis.

Eva, pegawai Puskesmas Kalongan, menilai flipchart SIAGA DBD berpotensi menjadi media pendukung kegiatan Posyandu karena praktis dan menarik perhatian masyarakat. “Lembar balik sangat representatif sekali untuk diletakkan di langkah kelima Posyandu karena mudah dibawa, informasinya lengkap, cukup menarik perhatian responden, dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya. Setelah kegiatan edukasi, flipchart diserahkan kepada Puskesmas Kalongan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam penyuluhan, Posyandu, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Inisiatif ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan dan pencegahan penyakit DBD; SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan media pembelajaran kesehatan yang mudah dipahami; SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui edukasi pengelolaan tempat penampungan air agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk; SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dorongan terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat; SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui praktik mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang bekas; SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi FK UNNES, Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, dan Puskesmas Kalongan; serta SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perluasan akses edukasi kesehatan di tingkat masyarakat desa. #SDGs3 #SDGs4 #SDGs6 #SDGs10 #SDGs11 #SDGs12 #SDGs17

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy