SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengintegrasikan edukasi gizi dan kesehatan mental sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan emosional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Sinergi Gizi dan Kesehatan Mental sebagai Upaya Mencegah Gangguan Emosional pada Remaja di Pondok Pesantren” ini dilaksanakan pada 21 Juni 2025 di Pondok Tahfidz Putri Yanbu’ul Quran Muria, Kudus, Jawa Tengah, dengan sasaran remaja putri. Kegiatan tersebut diketuai oleh Dr. Mardiana, S.KM., M.Si.
Program ini menghadirkan dua pemateri dari bidang psikologi dan gizi, yaitu Bertakalswa Hermawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dan Astrid Noviasari, S.Gz., M.Gizi. Keduanya memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai hubungan pola makan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, dan kondisi emosional remaja. Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Dalam sesi bertajuk “Love Yourself Through Healthy Foods”, Bertakalswa Hermawati menjelaskan bahwa pilihan makanan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga dapat berhubungan dengan kondisi psikologis. Pemenuhan nutrisi yang baik merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesejahteraan diri. Melalui kebiasaan memilih makanan bergizi, remaja diajak membangun kepedulian terhadap kebutuhan tubuh sekaligus menumbuhkan sikap positif terhadap diri sendiri.
Dari perspektif gizi, Astrid Noviasari menekankan bahwa nutrisi berperan dalam mendukung fungsi otak, termasuk konsentrasi, kemampuan berpikir, serta pengaturan suasana hati dan emosi. Zat gizi seperti omega-3, vitamin B kompleks, dan zat besi menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi yang perlu diperhatikan dalam pola makan sehari-hari. Edukasi ini menempatkan kebiasaan makan seimbang sebagai salah satu aspek pendukung kesehatan fisik dan mental remaja.
Melalui kegiatan ini, UNNES mendorong peningkatan literasi gizi dan kesehatan mental di lingkungan pondok pesantren agar remaja putri semakin memahami pentingnya merawat diri secara menyeluruh. Inisiatif tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendukung terbentuknya lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan remaja.
#SDGs3 #SDGs4 #SDGs5




