SEMARANG — Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) mendorong diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan camilan berbasis ubi jalar putih besar sebagai alternatif pangan yang mendukung pola makan sehat untuk membantu pencegahan diabetes. Upaya tersebut diwujudkan melalui edukasi dan pelatihan bagi 14 perwakilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner dari Kabupaten Semarang dan Kota Semarang di Aida Snack & Catering, Sabtu (21/6/2025). Tim dosen FK UNNES yang terlibat terdiri atas Prof. Dr. dr. Oktia Woro Kasmini Handayani, M.Kes., Rinta Amalia, S.Gz., M.Gz., dan Syifa Qolbiyah Nasir, S.T.P., M.Gz.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yakni penyusunan buku saku, edukasi dan pelatihan, serta pendampingan pembuatan produk. Kegiatan diawali dengan pembagian buku saku sebagai panduan praktik, dilanjutkan pembukaan, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan praktik pembuatan produk, serta post-test. Pendekatan tersebut dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya memahami prinsip pengembangan pangan yang lebih sehat, tetapi juga memiliki panduan untuk mencoba memproduksinya secara mandiri di rumah maupun sebagai bagian dari kegiatan usaha.
Dua produk yang diperkenalkan ialah Kue Pai Ubi dan Jusibi, yang menggunakan ubi jalar putih besar (Ipomoea batatas Poir.) sebagai bahan utama. Kue Pai Ubi dibuat dari campuran ubi kukus, tepung, telur, dan madu yang kemudian dikukus hingga matang, sedangkan Jusibi merupakan minuman berbahan ubi kukus dan susu yang dihaluskan menggunakan blender. Ubi jalar mengandung serat, vitamin C, vitamin B6, dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Pengembangan kedua produk tersebut merupakan hasil penelitian pada 2023–2024 yang berkolaborasi dengan UMKM kuliner Pawonsunda21, Dapur Amalia, dan Dapur Kuweh. Inovasi ini membuka peluang diversifikasi produk pangan lokal untuk memperluas pilihan camilan yang mendukung pola makan sehat, dengan tetap memperhatikan porsi, komposisi bahan, dan kebutuhan gizi konsumen.
Evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan belum menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Meski demikian, antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai manfaat produk, pemilihan bahan, penggunaan pemanis, daya simpan, serta kemungkinan pengembangan bentuk camilan lain seperti stik dan keripik. Respons tersebut menunjukkan adanya minat untuk mengembangkan produk sebagai peluang usaha, sekaligus menegaskan perlunya edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar pengetahuan serta keterampilan peserta semakin kuat. Melalui keterlibatan UMKM, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih mudah dijangkau masyarakat tanpa mengabaikan keamanan pangan dan kebutuhan konsumen.
Inisiatif ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui diversifikasi pangan lokal, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pola makan untuk membantu pencegahan penyakit tidak menular, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kapasitas UMKM, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui inovasi produk pangan, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses terhadap pengetahuan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha. #SDGs2 #SDGs3 #SDGs4 #SDGs8 #SDGs9 #SDGs10 #SDGs12 #SDGs17




