FK UNNES Edukasi Pelaku Usaha Kantin tentang Pencantuman Informasi Gula, Garam, dan Lemak

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > FK UNNES Edukasi Pelaku Usaha Kantin tentang Pencantuman Informasi Gula, Garam, dan Lemak

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) mendorong terwujudnya kantin sehat melalui edukasi pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada pangan siap saji. Kegiatan bertajuk “Edukasi Pencantuman Kandungan GGL pada Pelaku Usaha Pangan Siap Saji di Kantin Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang” ini dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 dengan sasaran pelaku usaha kantin di lingkungan FK UNNES.

Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya informasi gizi untuk membantu konsumen, khususnya mahasiswa dan tenaga kerja, memilih makanan secara lebih bijak. Data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) 2014 yang dikutip dalam materi kegiatan menunjukkan bahwa 28,7% masyarakat mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan. Kantin memiliki peran strategis dalam menyediakan pilihan pangan yang mendukung pola makan sehat, termasuk melalui penyampaian informasi kandungan GGL kepada konsumen.

Tim pengabdian FK UNNES terdiri atas Syifa Qolbiyah N., S.T.P., M.Gz., Dr. sc. hum. Chatila Maharani, S.T., M.Kes., dan Dr. Eko Farida, S.T.P., M.S., bersama mahasiswa Erlin Nurlina, Wulan Apriyani Hurlian, Raditya Ardiansyah, dan Najwa Kesya Ariyanti. Kegiatan dibuka oleh Dr. sc. hum. Chatila Maharani yang menyampaikan bahwa edukasi tersebut menjadi langkah awal FK UNNES dalam mendorong penyediaan kantin sehat bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

Dalam pemaparan materi, Syifa Qolbiyah N., S.T.P., M.Gz., menjelaskan konsep gizi seimbang, batas konsumsi GGL, serta pentingnya pencantuman informasi kandungan GGL pada pangan siap saji. Berdasarkan rekomendasi yang disampaikan dalam kegiatan dengan merujuk Permenkes Nomor 30 Tahun 2013, batas konsumsi harian yang dianjurkan ialah gula kurang dari 50 gram, garam kurang dari 2.000 miligram, dan lemak kurang dari 67 gram. Tim pengabdian juga merencanakan fasilitasi bagi pelaku usaha untuk mencantumkan informasi tersebut pada menu makanan serta pesan kesehatan yang relevan.

Melalui edukasi dan pendampingan tersebut, FK UNNES berharap pelaku usaha kantin semakin memahami pentingnya transparansi informasi gizi sehingga konsumen dapat membuat pilihan pangan yang lebih sehat. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pengembangan kantin sehat diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk membangun lingkungan kampus yang mendukung perilaku hidup sehat.

#SDGs3 #SDGs4 #SDGs12

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy