SEMARANG — Hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti di ruang akademik. Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang (DKK Semarang) mendorong agar temuan riset kesehatan dapat menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan melalui kolaborasi penelitian dan diseminasi hasil riset.
Upaya tersebut dilakukan melalui One Day Health Research Dissemination, yang menjadi ruang untuk mempertemukan temuan akademik dengan kebutuhan kesehatan daerah. Tiga akademisi FK UNNES, yakni Dr. dr. Intan Zainafree, M.HKes., Dina Nur Anggraini Ningrum, S.KM., M.Kes., Ph.D., dan Dr. sc. hum. Chatila Maharani, S.T., M.Kes., menyampaikan hasil serta perspektif penelitian yang berkaitan dengan isu kesehatan masyarakat.
Kolaborasi ini memperkuat pendekatan research-to-policy, ketika hasil penelitian tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga didiseminasikan dan didiskusikan bersama pemangku kebijakan. Pertukaran pengetahuan tersebut membuka ruang bagi kebutuhan dan persoalan kesehatan lokal untuk menjadi masukan penelitian, sekaligus memungkinkan hasil riset dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bukti dalam perencanaan program dan pelayanan kesehatan.
Kemitraan FK UNNES dan DKK Semarang sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan berbasis bukti. Upaya ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan pembangunan kesehatan, SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui pengambilan keputusan berbasis bukti, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan lintas institusi.
#UNNESSDGs03 #UNNESSDGs16 #UNNESSDGs17




