Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka bertema literasi karakter dan perlindungan diri di Palir, Kelurahan Podorejo, Kota Semarang, Minggu (9/8/2026). Kegiatan dengan materi “Area Privasiku dan Toilet Training” ini diikuti oleh 33 tunas ngrembaka atau anak-anak, 13 tim pelaksana, 3 Tim Ormawa, dan 7 tim satuan tugas (satgas).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program NGREMBAKA AKSARA yang menyasar empat kelompok, yaitu Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk anak-anak, Pojok Literasi Karya Ngrembaka untuk remaja, Pojok Literasi Cakra Ngrembaka bagi masyarakat usia produktif, dan Pojok Literasi Kersa Ngrembaka bagi lansia. Pada pelaksanaan kali ini, Pojok Literasi Tunas Ngrembaka difokuskan pada penguatan karakter dan edukasi perlindungan diri sejak usia dini.
Ketua Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES, Farid Fikri Khoirul Rasyid, mengatakan edukasi perlindungan diri sejak dini menjadi salah satu fondasi penting dalam Pojok Literasi Tunas Ngrembaka untuk membekali anak dengan kemandirian dan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan.

“Pojok Literasi Tunas Ngrembaka dirancang untuk memperkuat literasi dasar, kreativitas, dan karakter anak sejak usia dini. Melalui materi Area Privasiku dan Toilet Training, kami ingin anak-anak memahami kemandirian dalam kebersihan diri sekaligus mengenali batasan tubuh mereka sebagai bentuk perlindungan diri dari kekerasan maupun pelecehan. Edukasi ini penting diberikan sedini mungkin agar tumbuh menjadi kebiasaan dan kesadaran yang melekat pada diri anak,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, kakak-kakak pemateri mengenalkan pentingnya toilet training serta cara mencuci tangan yang benar melalui 6 langkah, yaitu membersihkan telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, kunci jari, ibu jari, hingga ujung jari. Selain itu, anak-anak juga diperkenalkan pada konsep area privasi tubuh yang meliputi mulut, dada, bokong, dan alat kelamin, beserta pentingnya menjaga area-area tersebut dari sentuhan orang lain.
Salah satu pemateri, Velicia Theresia Irene, menjelaskan bahwa pengenalan area privasi bertujuan membekali anak dengan kemampuan mengenali dan melindungi diri sejak dini. “Anak-anak perlu tahu bagian tubuh mana saja yang bersifat privasi dan tidak boleh disentuh sembarang orang, termasuk kapan mereka harus berani berkata tidak dan segera memberi tahu orang dewasa yang dipercaya jika ada yang membuat mereka tidak nyaman. Selain itu, kebiasaan toilet training dan cuci tangan yang benar juga penting dibiasakan agar anak terbiasa hidup bersih dan mandiri sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan berbeda sesuai jenjang usia peserta. Pada kelas rendah yang terdiri atas TK A, TK B, dan kelas 1, anak-anak diberikan praktik langsung cara toilet training yang dibersamai oleh fasilitator. Sementara itu, kelas tinggi mengikuti kegiatan menggambar serta diskusi dan presentasi terkait materi area privasi dan perlindungan diri, sehingga pemahaman disampaikan secara lebih mendalam sesuai tingkat pemahaman anak.
Salah satu tunas ngrembaka yang mengikuti kegiatan, Irul, mengaku senang dan mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Aku jadi tahu cara cuci tangan yang bener, ternyata ada 6 langkah. Aku juga jadi ngerti bagian tubuh mana yang enggak boleh dipegang sama orang lain. Seru soalnya sambil praktik dan gambar-gambar juga,” ungkapnya.

Ketua RW 11, Ibu Anas, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap edukasi perlindungan diri ini dapat terus diberikan kepada anak-anak di lingkungannya.
“Kami sangat mendukung kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka ini karena materinya sangat penting bagi anak-anak, khususnya soal perlindungan diri yang selama ini jarang diajarkan secara langsung dan menyenangkan seperti ini. Kami berharap program semacam ini bisa terus berlanjut agar anak-anak di lingkungan kami semakin paham cara menjaga diri sejak dini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pojok Literasi Tunas Ngrembaka ini, Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukasi karakter dan perlindungan diri yang aplikatif bagi anak-anak, sebagai upaya membangun generasi yang mandiri, waspada, dan berdaya melindungi diri sejak usia dini.




