Slawi, 27 Juni 2026 – Tim Peneliti Universitas Negeri Semarang (UNNES) penerima Hibah BIMA Skema Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Pembelajaran Penalaran Ilmiah Berbasis Platform Digital PRANAWA Terintegrasi Artificial Intelligence (AI) di Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (27/6).
Kegiatan ini merupakan tahap awal dari penelitian berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Penalaran Ilmiah Berbasis Platform Digital PRANAWA Terintegrasi AI untuk Peningkatan Literasi Saintifik Siswa Sekolah Dasar”. Penelitian tersebut didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program BIMA Skema Hibah DPPM Tahun 2025.
Tim peneliti terdiri atas Prof. Dr. Purwo Susongko, M.Pd. dan Dr. Ipin Aripin, M.Pd. dari UNNES, serta Fahmi Fatkhoni, M.Pd. dari Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Turut hadir dalam kegiatan ini Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berperan sebagai programmer pengembangan platform digital PRANAWA.

Dalam paparannya, Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Purwo Susongko, M.Pd., menjelaskan bahwa FGD bertujuan memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan sebagai dasar dalam merancang model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dasar.
“FGD ini merupakan tahapan awal analisis kebutuhan dalam pengembangan Model Pembelajaran Penalaran Ilmiah Berbasis Platform Digital PRANAWA Terintegrasi AI. Masukan dari guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah sangat penting agar platform yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pembelajaran di sekolah. Kami berharap PRANAWA menjadi Learning Management System (LMS) yang mampu meningkatkan kemampuan bernalar ilmiah dan literasi saintifik siswa sekolah dasar,” ujar Prof. Purwo.
FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Winarto, S.E., M.M., serta Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Sarwono Singgih Primadi, S.T., M.T., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal.

Dalam sambutannya, Winarto menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan Platform Digital PRANAWA yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah dasar.
“Kami berharap Platform Digital PRANAWA Terintegrasi AI dapat diimplementasikan secara luas di seluruh sekolah dasar di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Harapannya, platform ini dapat mulai dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027 dengan sistem pelaporan pembelajaran yang dapat dipantau secara real time,” ungkapnya.
Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala SD Negeri Cilongok 01 Kecamatan Balapulang, Desy Eka Purnami, S.Pd., M.Pd., Kepala SD THHK Kota Tegal, Angsa Ratna Dewi, S.Si., S.Pd., serta 25 guru sekolah dasar dari kedua sekolah yang berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi.
Selama FGD, peserta memberikan berbagai masukan terkait kebutuhan pembelajaran, tantangan implementasi teknologi di sekolah dasar, desain fitur platform, hingga integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dan interaktif. Hasil diskusi ini akan menjadi dasar dalam pengembangan Platform Digital PRANAWA sehingga sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui penelitian ini, tim peneliti berharap PRANAWA dapat menjadi inovasi pembelajaran digital yang mampu meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah, literasi saintifik, serta kesiapan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. Pengembangan platform ini juga diharapkan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pembelajaran yang inklusif, berkualitas, dan berbasis inovasi teknologi.




