Kabupaten Tegal – Kolaborasi penelitian Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI resmi dilaksanakan melalui kegiatan ceremonial pembukaan penelitian bertema “Pengembangan Model Psikoedukasi Konstruksi Karier Bermuatan Budaya Lokal Banteng Loreng Binoncengan untuk Meningkatkan Employability Siswa SMK.”

Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Adiwerna dan dihadiri oleh 40 siswa kelas XI dari 8 jurusan teknik serta 11 guru Bimbingan dan Konseling (BK). Kegiatan juga dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Bapak Sulikin, S.Pd., M.Pd., Kepala SMK Negeri 1 Adiwerna, Bapak Joko Pramono, S.Pd., M.Pd., serta Dewan Pengarah Kebudayaan Kabupaten Tegal, Teguh Buji Harsono.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Adiwerna dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Erni Kurniawati, S.Pd., M.Pd. mengenai konsep penelitian tentang pengembangan model psikoedukasi konstruksi karier berbasis budaya lokal sebagai upaya penguatan kesiapan kerja siswa SMK melalui integrasi nilai “Banteng Loreng Binoncengan” di Kabupaten Tegal.

Perwakilan dosen UNNES sekaligus tim penelitian, Firdian Setiya Arinata, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penelitian ini diharapkan menjadi warna baru dalam pengembangan layanan bimbingan karier di SMK melalui pendekatan psikoedukasi berbasis budaya lokal. Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan model intervensi karier yang lebih kontekstual, dekat dengan kehidupan siswa, serta mampu membantu siswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja setelah lulus sekolah.
Hal tersebut diperkuat oleh budayawan Kabupaten Tegal, Teguh Buji Harsono, yang menjelaskan filosofi budaya “Banteng Loreng Binoncengan” sebagai simbol keberanian masyarakat Tegal. Banteng dimaknai sebagai manusia yang kuat dan pemberani dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, apabila dahulu penjajah hadir dalam bentuk nyata, maka tantangan generasi muda saat ini adalah “penjajah ketidakpastian,” yaitu kondisi kehidupan dan dunia kerja yang penuh persaingan, tekanan, dan perubahan yang sangat cepat. Karena itu, generasi muda perlu memiliki identitas, mental yang kuat, serta daya juang agar mampu bertahan menghadapi masa depan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Bapak Sulikin, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan bahwa pendampingan karier oleh guru BK saat ini tidak cukup hanya sebatas penyampaian informasi pekerjaan atau pendidikan lanjutan. Guru BK diharapkan mampu membantu membentuk kesiapan mental siswa, daya juang, kemampuan adaptasi, serta ketahanan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2026 ini merupakan bentuk sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, pemerintah pendidikan, dan budayawan dalam memperkuat pendidikan karakter, kesiapan kerja, serta identitas budaya generasi muda SMK di Kabupaten Tegal.
Kegiatan ini juga merupakan hasil kerja sama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UNNES, yaitu:
Ketua:
Sunawan, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
Anggota Tim:
- Firdian Setiya Arinata, S.Pd., M.Pd.
- Rossi Galih Kesuma, S.Pd., M.Pd.
- Erni Kurniawati, M.Pd.
- Muh. Azhar Mubarak, S. Sos., M.A
- Sugiarto Fajar, S.Pd.
Melalui kegiatan ini, tim Universitas Negeri Semarang berharap terbentuknya model intervensi karier yang tidak hanya membantu siswa SMK dalam mempersiapkan dunia kerja, tetapi juga mampu membangun karakter, daya juang, kemampuan adaptasi, serta identitas diri siswa melalui penguatan nilai budaya lokal Kabupaten Tegal.



