KENDAL – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mulai berburu calon mahasiswa unggul untuk mengisi kursi kelas internasional. Pada Selasa, 28 April 2026, tim FIPP UNNES menyambangi SMK N 1 Kendal dan SMK NU 01 Kendal guna menyosialisasikan International Undergraduate Program (IUP) untuk program studi Bimbingan Konseling dan Psikologi.

Tim FIPP UNNES terdiri Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Kaprodi S1 Bimbingan Konseling Zaki Nurul Amin, M.Pd., Dosen Psikologi, Faiz Fatihul Alwan, M.Pd. dan dua perwakilan mahasiswa.
Sosialisasi IUP menjadi strategi jemput bola bagi siswa SMK yang selama ini sering kali merasa “terjebak” pada pilihan sempit antara bekerja atau kuliah. Di hadapan ratusan siswa kelas XII, FIPP UNNES menawarkan jalur prestisius dengan tingkat kompetisi yang justru lebih longgar dibanding jalur reguler.
Bilingual, Bukan Beban

Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa kelas internasional di lingkup fakultasnya tidak semenakutkan yang dibayangkan. Program IUP menggunakan sistem bilingual (bahasa pengantar campuran), sehingga mahasiswa tidak dituntut fasih berbahasa Inggris sejak hari pertama.
“Dosen pengajarnya kolaborasi antara pakar lokal dan native speaker dari luar negeri. Komunikasi di kelas tetap fleksibel, jadi mahasiswa tidak perlu khawatir soal kemampuan bahasa Inggris yang sempurna di awal,” ujar Farid.
Meski tugas dan skripsi nantinya disusun dalam bahasa Inggris, sistem pendampingan akan dilakukan secara intensif.
Farid juga membeberkan keuntungan strategis jalur ini, yaitu rasio keketatan yang rendah. Berbeda dengan jalur SNBP atau SNBT yang diikuti jutaan orang, Seleksi Mandiri IUP memiliki seleksi terpisah yang akan dibuka pada Juni-Juli 2026 mendatang.
“Bagi siswa yang belum beruntung di pengumuman SNBT pada 25 Mei nanti, jangan patah arang. Jalur Mandiri IUP adalah peluang besar karena pesaingnya tidak sepadat jalur reguler,” tambahnya.
Melawan Mitos Ekonomi

Kehadiran tim UNNES disambut antusias oleh sekolah. Kepala SMK N 1 Kendal, Agus Ma’sum, S.Ag., M.Si., menggunakan momentum ini untuk membakar semangat siswanya agar tidak berhenti hanya di ijazah menengah. Ia membagikan kisah personalnya yang sempat pesimistis bisa sekolah akibat himpitan ekonomi.
“Dulu, hidup di tingkat SMA saja bagi saya tidak mungkin secara ekonomi. Tapi dengan kemauan tinggi, saya bisa kuliah sambil kerja sampai selesai,” kata Agus di hadapan para siswa.
Menurutnya, SMK memiliki tiga pilar: bekerja, melanjutkan kuliah, atau berwirausaha. Namun, ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi melalui kuliah adalah investasi untuk masa depan.
Nada serupa disampaikan Wakil Kepala SMK NU 01 Kendal, Nur Fadhul Ma’arif. Ia meminta siswanya untuk “rakus” dalam mengambil peluang yang datang ke sekolah.
“Ambil semua peluang yang ada, baik itu lowongan kerja maupun beasiswa kuliah. Kita tidak pernah tahu lewat pintu mana rezeki kita akan terbuka,” ujar Arif.
Ia berharap informasi mengenai kelas internasional UNNES ini bisa dimanfaatkan oleh siswa yang memiliki passion untuk melanjutkan studi namun tetap ingin memiliki profil global.

Saat ini, program IUP di FIPP UNNES bukanlah program studi baru, melainkan kelas khusus yang dibuka pada program studi yang sudah ada. Pendaftaran dilakukan melalui portal Jalur Mandiri UNNES dengan mengikuti jadwal dan ketentuan yang berlaku.




