Dosen FIPP UNNES Terpilih sebagai Juri Festival Koreografi Internasional di Korea Selatan

Semarang, 8 September 2025 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Dr. Deasylina da Ary, M.Sn., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), terpilih menjadi dewan juri dalam ajang The 20th Poong-Nam International Choreographer Festival yang diselenggarakan di Korea Selatan. Pencapaian ini menunjukkan kontribusi akademisi FIPP UNNES dalam mendukung perkembangan seni dan budaya di tingkat internasional.
Selain menjalankan tugas sebagai juri, Dr. Deasylina da Ary juga tampil membawakan Tari Jejer Banyuwangi secara solo. Penampilan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan seni tari tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional. Ia juga berkolaborasi dengan musisi Korea Selatan, Yushin Lee Solga, melalui karya berjudul “First Ocean” yang dipentaskan pada 29 Agustus 2025 di The Catholic Church’s Chimeyeongjasan, Jeonju, Korea Selatan.
Keikutsertaan dalam festival internasional ini menjadi bentuk partisipasi akademisi Indonesia dalam pertukaran seni dan budaya lintas negara. Melalui peran sebagai juri dan penampil, Dr. Deasylina da Ary turut memperluas ruang apresiasi terhadap seni pertunjukan sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui karya tari dan kolaborasi kreatif.
Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya menjaga dan mempromosikan warisan budaya. Seni tari tradisional seperti Tari Jejer Banyuwangi merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas negara antara seniman Indonesia dan Korea Selatan dalam menciptakan karya seni bersama.
Melalui prestasi ini, FIPP UNNES terus mendorong sivitas akademika untuk berkontribusi dalam pengembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan di tingkat global. Partisipasi dalam festival internasional diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaborasi, meningkatkan apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta membawa seni Indonesia semakin dikenal di dunia internasional.



