SEMARANG — Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkokoh posisinya sebagai kampus pelopor yang berkomitmen tinggi dalam melahirkan generasi unggul dan berprestasi. Melalui pemberian Bantuan Uang Pembinaan Prestasi, FIPP UNNES secara resmi menyerahkan apresiasi finansial kepada para pemenang ajang PGSD NESSION (National Education Essay and Design Competition) 2025 tingkat nasional.
Penyaluran bantuan ini mencakup dua cabang lomba utama, yaitu Lomba Esai dan Lomba Poster. Berdasarkan dokumen keputusan, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1.400.000 untuk enam alokasi pemenang di kedua kategori tersebut:
- Kategori Lomba Esai:
- Juara 1: Ardhita Eko Ginanjar (Uang pembinaan sebesar Rp350.000)
- Juara 2: Desy Dwi Syahfitri (Uang pembinaan sebesar Rp200.000)
- Juara 3: Dewi Juliana Sari (Uang pembinaan sebesar Rp150.000)
- Kategori Lomba Poster:
- Juara 1: Muhammad Rifa’i Hasibuan (Uang pembinaan sebesar Rp350.000)
- Juara 2: Velicia Theresia Irene (Uang pembinaan sebesar Rp200.000)
- Juara 3: Claresta Mecca Raharja (Uang pembinaan sebesar Rp150.000)
Pimpinan FIPP UNNES mengutarakan bahwa pemberian insentif ini merupakan bagian dari kebijakan strategis fakultas untuk membangun ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembang potensi talenta muda. FIPP UNNES tidak hanya mendorong mahasiswa untuk berprestasi di skala lokal dan nasional, tetapi juga menyiapkan landasan kokoh agar mereka mampu bersaing di kancah internasional. Dukungan moril, pendampingan karya, hingga insentif finansial dipastikan terus bergulir untuk menunjang semangat kompetisi mahasiswa.
Lebih jauh, skema pemberian bantuan pembinaan ini memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan global, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 1: No Poverty (Tanpa Kemiskinan). Alokasi bantuan ini berfungsi sebagai stimulus ekonomi yang mengurangi beban finansial mahasiswa dalam proses pengembangan bakat dan akademik.
Dengan membuka akses apresiasi yang adil dan merata, FIPP UNNES memastikan seluruh mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi memiliki kesempatan setara untuk mengukir prestasi. Rekam jejak keunggulan kompetitif yang terbangun sejak bangku perkuliahan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja maupun wirausaha, yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemutusan rantai kemiskinan secara berkelanjutan.



