

Penguatan Konseling Berbasis Keadilan Sosial melalui Webinar dan Workshop SPARKLING
Semarang, 10 Januari 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan webinar dan workshop SPARKLING (Seputar Kajian Bimbingan dan Konseling) pada 9–10 Januari 2025 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Pusat Kajian Konseling Pendidikan dan Komunitas (PK2PK) ke-6 dengan mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas: Praktik Konseling *Social Justice* dan Intervensi Sebaya”.
Kegiatan ini diikuti oleh Prof. Edy Purwanto, S.Pd., M.Si. (Dekan FIPP UNNES), Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd., Kons. (Direktur PK2PK), dosen Bimbingan dan Konseling UNNES, mahasiswa, guru, praktisi, serta masyarakat umum. Webinar dan workshop ini menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan praktik konseling yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas, keadilan sosial, dan intervensi sebaya.
Melalui kegiatan SPARKLING, peserta memperoleh ruang untuk memperluas wawasan mengenai pendekatan konseling yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga memperhatikan konteks sosial dan lingkungan komunitas. Praktik konseling berbasis keadilan sosial diharapkan dapat mendorong layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sedangkan intervensi sebaya menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat dukungan sosial dan partisipasi komunitas dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas akademik dan profesional dalam bidang bimbingan dan konseling. Pengembangan pengetahuan serta keterampilan konseling diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pendampingan bagi individu maupun komunitas.
Penyelenggaraan webinar dan workshop SPARKLING sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pendidik, praktisi, dan masyarakat dalam mengembangkan praktik konseling yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan komunitas. Melalui forum akademik ini, diharapkan wawasan dan praktik bimbingan dan konseling terus berkembang untuk mendukung pendidikan yang berkualitas dan pemberdayaan masyarakat.



