
Implementasi kerja sama antara Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Pengprov PERPANI) Jawa Tengah kembali membuahkan kontribusi nyata. Dosen FIK UNNES, Martin Sudarmono, S.Pd., M.Pd., dipercaya oleh Pengprov PERPANI Jawa Tengah untuk mengemban tugas sebagai Official sekaligus Ketua Kontingen Jawa Tengah pada Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026.
Kejuaraan nasional yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22–29 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 906 atlet dari 29 provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi kompetisi panahan junior paling bergengsi di tingkat nasional sekaligus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet usia muda menuju prestasi internasional.
Hasil membanggakan berhasil diraih kontingen Jawa Tengah yang keluar sebagai juara umum dengan perolehan 26 medali emas, 22 medali perak, dan 30 medali perunggu, atau total 78 medali. Posisi kedua ditempati Jawa Barat dengan raihan 20 medali emas, 18 perak, dan 18 perunggu. Archery Challenge Kejurnas Panahan Junior 2026 mempertandingkan tiga divisi, yaitu Nasional, Recurve, dan Compound. Divisi Nasional mempertandingkan kategori usia U-10, U-13, U-15, dan U-18, sedangkan divisi Recurve dan Compound mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-18. Seluruh atlet terlebih dahulu mengikuti babak kualifikasi untuk menentukan peringkat sebelum bertanding pada sistem eliminasi hingga babak final.
Keterlibatan Martin Sudarmono, S.Pd., M.Pd. sebagai Official sekaligus Ketua Kontingen Jawa Tengah pada Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 tidak hanya menjadi implementasi kerja sama antara Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES dan Pengprov PERPANI Jawa Tengah, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui promosi olahraga sebagai sarana peningkatan kesehatan fisik dan mental, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang olahraga, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan tata kelola dan penyelenggaraan olahraga prestasi. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang pengembangan karier dan prestasi atlet, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penyelenggaraan kejuaraan yang efektif dan bertanggung jawab, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mendorong penerapan praktik penyelenggaraan yang lebih ramah lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga dalam memperkuat pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan.
✍️ Ditulis oleh: Kiky_FIK UNNES




