Kabupaten Semarang – 27 Juli 2026, Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata Sepakung melalui penyelenggaraan Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) yang bertujuan menciptakan destinasi wisata berbasis olahraga alam yang profesional, aman, dan berkelanjutan.

Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini diikuti oleh pengelola wisata Embung Balong bersama perwakilan pemuda dari tiga dusun di Desa Sepakung, yakni Dusun Krajan, Dusun Jingkol, dan Dusun Kenongo. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola destinasi wisata secara profesional, aman, dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sepakung, Kepala Dusun Jingkol, Ketua RT 01 Dusun Krajan, Ketua Pokdarwis Desa Sepakung, serta Dr. Ipang Setiawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026. Kehadiran unsur pemerintah desa, pengelola wisata, akademisi, dan generasi muda mencerminkan sinergi dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang dikelola secara profesional, mengutamakan aspek keselamatan, serta berorientasi pada keberlanjutan.
Pada sesi Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata Tim Pelaksana menghadirkan Daniel Bayu Anggara, S. Kom., M.M., selaku Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Desa Wisata Kabupaten Semarang, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Daniel menekankan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi alam yang dimiliki, tetapi juga oleh tata kelola yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan wisatawan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan produk wisata, serta penyusunan strategi pengelolaan yang berkelanjutan menjadi aspek penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing.

Sementara itu, Sesi Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menghadirkan Munifatul Zahra, selaku Ketua SISPALA SWAPALA Kalijaga Angkatan XXV, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Munifatul menekankan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis aktivitas alam. Menurutnya, penerapan budaya keselamatan tidak hanya bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan wisatawan saat berkunjung.
Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diinisiasi oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjadi pengungkit pengembangan Desa Sepakung sebagai desa wisata yang lebih profesional, aman, dan berdaya saing.
“Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 ini merupakan pengungkit bagi pengembangan Desa Wisata Sepakung. Sebagai bentuk komitmen pemerintah desa, peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan kami usulkan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sepakung,” ujar Ahmat Nuri, Kepala Desa Sepakung.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 dalam mewujudkan ekosistem wisata yang berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat sebagai aktor utama pengelolaan destinasi. Dengan meningkatnya kemampuan pengelola, diharapkan Desa Sepakung mampu menjadi contoh desa wisata yang tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga mengedepankan kualitas pelayanan, tata kelola yang baik, serta penerapan aspek keselamatan sesuai standar.
Pelaksanaan Pelatihan Manajemen Destinasi Wisata dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ini juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan budaya keselamatan dan kesehatan dalam aktivitas wisata alam berbasis olahraga, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong terciptanya sumber daya manusia yang profesional dan mampu mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi desa. Selain itu, program ini turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan tata kelola destinasi wisata yang inovatif, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong praktik pengelolaan wisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pengelola wisata, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, Pemerintah Desa Sepakung, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pengembangan Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) sebagai destinasi wisata olahraga alam yang unggul, aman, dan berkelanjutan. Ke depan, berbagai program pendampingan akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan pengelolaan wisata sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sepakung melalui sektor pariwisata.




