
SEMARANG – Mahasiswa fakultas hukum kerap diidentikkan dengan perdebatan pasal dan logika yuridis yang kaku. Namun, pemandangan berbeda dan menyejukkan terlihat di Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ratusan sivitas akademika menanggalkan sejenak perdebatan akademis untuk duduk bersama dalam Peringatan Nuzulul Qur’an dan Salat Tarawih Berjamaah pada Selasa (3/3/2026).
Kegiatan spiritual yang berpusat di kampus FH UNNES, Semarang, ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program tahunan fakultas bertajuk Ramasinta (Ramadhan Serasi Penuh Cinta). Digelar sejak 23 Februari lalu, Ramasinta telah membudayakan iklim religius di kampus melalui rutinitas Salat Dzuhur berjamaah, kajian rutin, hingga puncaknya pada malam peringatan turunnya kitab suci Al-Qur’an.
Bagi FH UNNES, peringatan Nuzulul Qur’an dimaknai jauh melampaui seremoni belaka. Al-Qur’an diposisikan sebagai sumber hukum dan kompas moral tertinggi yang mengajarkan keadilan substantif. Pembekalan spiritualitas ini dinilai sebagai fondasi krusial bagi calon penegak hukum. Ketajaman nalar hukum tanpa dibarengi integritas dan kelembutan hati nurani hanya akan melahirkan ketidakadilan baru di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, momentum Tarawih berjamaah dan Peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang refleksi yang berharga. Melalui konsistensi program Ramasinta, FH UNNES mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada publik: institusi ini tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas membedah undang-undang, tetapi juga menyiapkan yuris-yuris muda yang bermoral, religius, dan berkeadilan.
Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES.
Instagram & TikTok: @fhunnes
Saluran WhatsApp: unnes.id/saluranwafhnnes
X: fh_unnes
YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official
#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #reformasibirokrasi #zonaintegritas



