
Tim PPK Ormawa DPM FEB UNNES melaksanakan kegiatan observasi lapangan, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang sebagai tahapan awal penyusunan Program Desa Hutan Tangguh. Kegiatan ini melibatkan pemerintah kelurahan, Komunitas Peduli Lingkungan (PRENJAK), kelompok UMKM, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan mangrove sebagai mitra sekaligus sasaran program pengabdian.
Melalui kegiatan ini, tim berupaya memperoleh data dan informasi secara langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat sebagai dasar penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi awal yang menunjukkan bahwa Kelurahan Tugurejo memiliki potensi hutan mangrove yang besar sebagai aset ekologis dan sumber ekonomi masyarakat. Namun demikian, masih terdapat berbagai permasalahan yang perlu mendapat perhatian, seperti rendahnya nilai tambah produk olahan mangrove, keterbatasan strategi pemasaran digital, belum optimalnya kelembagaan pengelolaan mangrove, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi tim dalam merancang program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Rangkaian kegiatan diawali pada 16 Februari 2026 dengan observasi di kawasan hutan mangrove Kelurahan Tugurejo untuk melihat secara langsung kondisi ekosistem serta aktivitas masyarakat di wilayah peisisir. Selanjutnya, pada 4 Maret 2026, Kembali mengunjungi Kelurahan Tugurejo untuk melaksanakan wawancara bersama Kepala Kelurahan Tugurejo guna memperoleh gambaran mengenai potensi, tantangan, serta kebutuhan masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD yang menghadirkan pemerintah kelurahan, komunitas peduli lingkungan, kelompok UMKM, dan masyarakat untuk mendiskusikan berbagai potensi serta permasalahan yang dihadapi, sekaligus menggali aspirasi sebagai dasar penyusunan program Desa Hutan Tangguh. Seluruh hasil observasi, wawancara, dan diskusi didokumentasikan sebagai data awal dalam penyusunan rencana kegiatan pengabdian.

Melalui kegiatan ini, tim memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat dan potensi pengembangan kawasan mangrove di Kelurahan Tugurejo. Selain tersedianya data awal yang menjadi landasan penyusunan program, kegiatan ini juga memperkuat komunikasi serta membangun komitmen bersama antara tim pelaksana, pemerintah kelurahan, komunitas lokal, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program pengabdian.
Hasil identifikasi tersebut selanjutnya akan dianalisis sebagai dasar penyusunan program yang diharapkan mampu mendukung pelestarian ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan kapasitas dan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Program ini sejalan dengan SDGs 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya pelestarian ekosistem mangrove dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

