Menjawab Tantangan AI, Mahasiswa PAP UNNES Dalami Esensi Profesi Pendidik Bersama Praktisi

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > PAP > Menjawab Tantangan AI, Mahasiswa PAP UNNES Dalami Esensi Profesi Pendidik Bersama Praktisi

Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar pada mata kuliah Etika dan Profesi Guru secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dias Rahmasari dari Guru Belajar Foundation sebagai narasumber dengan tema “Kalau AI Bisa Mengajar, Buat Apa Kita Menjadi Pendidik?”

Tema tersebut mengangkat pertanyaan penting mengenai posisi dan tanggung jawab pendidik di tengah perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Ketika teknologi semakin mampu menyediakan informasi dan membantu proses pembelajaran, peran pendidik tetap dibutuhkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan peserta didik berkembang secara utuh.

Dalam pemaparannya, peran pendidik ditekankan bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan merancang kondisi agar peserta didik dapat bertumbuh. Peran tersebut mencakup tiga hal utama, yaitu memahami, merancang, dan mendampingi. Memahami berarti mengenali kebutuhan, minat, pengalaman, dan konteks peserta didik. Merancang berarti menyusun pengalaman belajar yang relevan, menantang, inklusif, serta memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir. Sementara itu, mendampingi mencakup pemberian umpan balik, pembangunan relasi, dan dukungan agar peserta didik semakin mandiri.

Pembahasan juga menegaskan bahwa empat kompetensi dasar guru tetap menjadi fondasi profesi pendidik di era digital. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan kemampuan memahami kebutuhan peserta didik dan merancang pembelajaran yang bermakna. Kompetensi kepribadian tercermin melalui integritas, kedewasaan, keteladanan, dan tanggung jawab. Kompetensi sosial mendukung kemampuan berkomunikasi dan membangun relasi dengan peserta didik, rekan kerja, keluarga, serta komunitas. Adapun kompetensi profesional mencakup penguasaan materi dan komitmen untuk terus memperbarui pengetahuan serta praktik pembelajaran.

Di tengah perkembangan teknologi, kompetensi tersebut tidak kehilangan relevansinya. Cara menerapkannya yang terus berkembang. Kompetensi digital menjadi penguat peran pendidik, bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi, tetapi juga kecakapan memilih dan memanfaatkan teknologi secara tepat serta bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan Praktisi Mengajar ini, mahasiswa PAP UNNES memperoleh perspektif mengenai tantangan etis dan profesional yang perlu dipertimbangkan ketika teknologi AI semakin terintegrasi dalam pendidikan. Pemahaman tersebut penting bagi calon pendidik agar mampu memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan manusia, relasi pembelajaran, dan tanggung jawab profesional guru.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PAP UNNES untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan perspektif praktisi, sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia pendidikan. Calon pendidik diharapkan mampu menempatkan teknologi sebagai sarana pendukung, sementara proses memahami, merancang, dan mendampingi peserta didik tetap menjadi bagian penting dari praktik pendidikan yang bermakna.

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: