Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) bekerja sama dengan Komunita Kementerian Keuangan Regional Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan Komunita Goes to Campus #1 bertajuk “Future Leaders Talk: Understanding State Financial Management” di Aula Dekanat Mohammad Hatta FEB UNNES, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus forum diskusi strategis bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan keuangan negara, kebijakan fiskal, serta tantangan pembangunan ekonomi nasional di era global.
Program ini dirancang sebagai sarana literasi keuangan negara yang komprehensif bagi mahasiswa agar mampu memahami peran strategis pengelolaan aset negara dan keterkaitannya dengan kebijakan fiskal serta pembangunan ekonomi nasional. Melalui pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, mahasiswa diajak memahami konsep pengelolaan APBN, efisiensi belanja negara, optimalisasi kekayaan negara, hingga tata kelola keuangan publik yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta Mars FEB UNNES yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Komunita Regional Semarang, Muhammad Ja’far Sidiq, yang menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan negara di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin masa depan.
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNNES, Prof. Dr. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif antara perguruan tinggi dan praktisi pemerintahan tersebut. Menurutnya, sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah menjadi langkah penting dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mampu memperkaya wawasan mahasiswa terkait pengelolaan keuangan negara dan pembangunan ekonomi nasional.
Beliau menegaskan bahwa mahasiswa FEB UNNES harus memiliki kemampuan adaptif, kritis, dan visioner dalam memahami isu-isu strategis nasional, termasuk tata kelola fiskal dan kebijakan publik. Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membuka perspektif mahasiswa mengenai praktik pengelolaan keuangan negara secara nyata. Mahasiswa perlu memahami bagaimana APBN bekerja, bagaimana kebijakan fiskal disusun, serta bagaimana pengelolaan aset negara dilakukan secara transparan dan akuntabel demi mendukung kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dekan FEB UNNES menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini dinilai mendukung SDG 4 tentang Quality Education melalui penguatan literasi ekonomi dan keuangan publik bagi mahasiswa, sehingga tercipta pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi masa depan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth melalui pemahaman kebijakan fiskal, pembangunan ekonomi, dan pengelolaan keuangan negara yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Tidak hanya itu, materi terkait transparansi pengelolaan APBN dan tata kelola aset negara juga relevan dengan SDG 16 tentang Peace, Justice and Strong Institutions, khususnya dalam menciptakan institusi yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah, Bayu Andy Prasetya, S.E., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap kebijakan fiskal sebagai bagian dari upaya membangun good governance dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengawal pembangunan nasional melalui pemahaman terhadap APBN dan pengelolaan keuangan publik.
Pada sesi seminar dan talkshow, para narasumber dari DJPb Jawa Tengah memaparkan berbagai materi strategis terkait kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara. Materi pertama membahas Kebijakan Fiskal dan APBN Tahun Anggaran 2026 serta kondisi ekonomi makro Jawa Tengah tahun 2025. Disampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,84 persen (year on year), sementara tingkat inflasi tetap terkendali di angka 2,72 persen.
Narasumber juga menjelaskan tantangan global yang memengaruhi ekonomi nasional, termasuk risiko geopolitik internasional yang berdampak pada perdagangan dan stabilitas harga energi dunia. Dalam konteks tersebut, pemerintah terus mendorong kebijakan fiskal yang adaptif dan produktif melalui berbagai program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan dan energi, serta pembangunan infrastruktur.
Materi berikutnya membahas peran mahasiswa dalam memahami Kajian Fiskal Regional serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal transparansi anggaran negara. Mahasiswa didorong untuk memahami struktur APBN, baik dari sisi pendapatan maupun belanja negara, sebagai bagian dari penguatan literasi ekonomi dan partisipasi publik dalam pembangunan nasional.
Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai sistem pelaksanaan anggaran negara, transformasi digital dalam sistem perbendaharaan, serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Narasumber menjelaskan bagaimana pemerintah melakukan modernisasi sistem pembayaran non-tunai dan digitalisasi pengelolaan aset negara melalui berbagai aplikasi terintegrasi guna meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Kegiatan berlangsung semakin interaktif melalui sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait kebijakan fiskal, tantangan ekonomi nasional, pengelolaan APBN, hingga peluang generasi muda dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Sebagai bentuk pembelajaran aplikatif, panitia juga menghadirkan game edukatif bertajuk “Build Your Nation: Challenges of State Financial Management Policy” yang dirancang untuk menguji pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan negara dan pengambilan kebijakan fiskal secara strategis.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, program ini memperoleh tingkat kepuasan peserta sebesar 4,6 dari skala 5. Peserta menilai materi yang disampaikan sangat informatif, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam memahami dinamika ekonomi nasional dan tata kelola keuangan publik.
Melalui kegiatan ini, FEB UNNES kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara kampus dan instansi pemerintah diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membangun kepedulian terhadap tata kelola ekonomi dan keuangan negara demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

