Grow Green, Grow Peace: Strategi Pembelajaran Berbasis Lingkungan dan Toleransi Mahasiswa FEB UNNES dalam Mendukung Climate Action

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > Berita > Grow Green, Grow Peace: Strategi Pembelajaran Berbasis Lingkungan dan Toleransi Mahasiswa FEB UNNES dalam Mendukung Climate Action

Semarang —Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) menunjukkan komitmennya dalam mendukung aksi perubahan iklim melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan “Grow Green, Grow Peace: Urban Farming & Interfaith Iftar Gathering” yang diselenggarakan di Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa FEB UNNES sebagai peserta utama dalam upaya mengintegrasikan kesadaran lingkungan dengan harmoni sosial.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kontekstual yang menggabungkan praktik urban farming dengan kegiatan buka puasa bersama lintas iman. Mahasiswa tidak hanya berpartisipasi sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen pembelajaran yang terlibat langsung dalam aktivitas berbasis lingkungan dan interaksi sosial multikultural.

Dalam sesi urban farming, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis terkait pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan untuk kegiatan bercocok tanam. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya ruang hijau, ketahanan pangan lokal, serta kontribusi individu dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui aksi sederhana namun berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan interfaith iftar gathering yang menghadirkan suasana kebersamaan antar peserta dari berbagai latar belakang. Momentum ini dimanfaatkan untuk membangun dialog, memperkuat toleransi, serta menumbuhkan saling pengertian dalam kehidupan masyarakat yang beragam.

Pendekatan integratif antara aspek lingkungan dan sosial dalam kegiatan ini mencerminkan strategi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai keberlanjutan dan inklusivitas melalui praktik langsung.

Dari perspektif keberlanjutan, praktik urban farming di kawasan perkotaan telah banyak diakui dalam berbagai studi sebagai salah satu solusi adaptif terhadap perubahan iklim, khususnya dalam meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan skala lokal. Sementara itu, penguatan kohesi sosial melalui kegiatan lintas iman menjadi elemen penting dalam membangun masyarakat yang resilien terhadap berbagai tantangan global.

Namun demikian, efektivitas kegiatan semacam ini sangat bergantung pada keberlanjutan partisipasi dan perubahan perilaku peserta setelah kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan tindak lanjut berupa edukasi berkelanjutan serta integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam aktivitas akademik maupun non-akademik mahasiswa.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan kesadaran dan aksi nyata terhadap isu lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif dan harmonis melalui penguatan nilai toleransi dan kolaborasi.

Ke depan, FEB UNNES diharapkan dapat terus mengembangkan program serupa yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan pendidikan secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau, damai, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: