FEB UNNES Wujudkan Kampus Inklusif melalui Fasilitas Ramah Disabilitas sebagai Implementasi SDG 10 dan Penguatan Zona Integritas

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > Berita > FEB UNNES Wujudkan Kampus Inklusif melalui Fasilitas Ramah Disabilitas sebagai Implementasi SDG 10 dan Penguatan Zona Integritas

Semarang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan seluruh pengguna layanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas ramah disabilitas, seperti jalur akses (ramp), toilet khusus disabilitas, dan ruang laktasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat.

Penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya FEB UNNES untuk memastikan bahwa setiap individu memperoleh hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan tanpa memandang kondisi fisik, gender, maupun latar belakang lainnya. Lingkungan kampus yang inklusif menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berkeadilan.

Dekan FEB UNNES, Prof. Dr. Amir Mahmud, M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang ramah bagi seluruh pengguna merupakan implementasi nyata budaya melayani yang menjadi salah satu nilai utama dalam pembangunan Zona Integritas.

“Zona Integritas bukan hanya tentang tata kelola yang bersih dan akuntabel, tetapi juga tentang bagaimana institusi mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, mudah diakses, dan inklusif bagi semua. Penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan ruang laktasi merupakan komitmen FEB UNNES untuk menghadirkan pelayanan publik yang setara tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Fasilitas jalur akses memudahkan mobilitas penyandang disabilitas menuju ruang perkuliahan maupun layanan administrasi. Toilet khusus disabilitas dirancang sesuai standar aksesibilitas sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Sementara itu, ruang laktasi menjadi bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak perempuan, khususnya ibu menyusui, agar tetap dapat menjalankan aktivitas akademik maupun pekerjaan dengan nyaman.

Upaya tersebut sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 10 – Reduced Inequalities, yang menekankan pentingnya mengurangi kesenjangan melalui penyediaan akses yang setara terhadap pendidikan, fasilitas publik, dan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Dengan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif, FEB UNNES memastikan tidak ada hambatan bagi setiap individu untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Dalam perspektif Zona Integritas, penyediaan fasilitas yang inklusif juga mendukung area perubahan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, yaitu memberikan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna, menjunjung prinsip kesetaraan, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan institusi. Kehadiran fasilitas ramah disabilitas dan ruang laktasi menjadi bukti bahwa pelayanan di FEB UNNES tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga memperhatikan hak, kenyamanan, dan aksesibilitas seluruh pengguna layanan.

Melalui langkah ini, FEB UNNES terus memperkuat budaya Berintegritas, Bersih, Melayani, sekaligus mendukung pencapaian SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menghadirkan lingkungan kampus yang inklusif, ramah disabilitas, dan bebas dari diskriminasi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola menuju fakultas yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang unggul.

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: