FEB UNNES Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin untuk Perkuat Kompetensi Global Dosen dan Dukung Pencapaian SDGs

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > Berita > FEB UNNES Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin untuk Perkuat Kompetensi Global Dosen dan Dukung Pencapaian SDGs

Semarang, 2 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Mandarin bagi Dosen sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dan internasionalisasi pendidikan tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi internasional dosen sekaligus memperluas peluang kolaborasi akademik, riset, dan kerja sama global.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama FEB UNNES yang diwakili oleh Andhi Wijayanto, selaku Koordinator Program Studi Manajemen FEB UNNES. Dalam sambutannya, Andhi Wijayanto menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Mandarin, merupakan kompetensi strategis yang perlu dimiliki dosen dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin global dan kompetitif.

Menurutnya, kemampuan berbahasa Mandarin tidak hanya mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi modal penting bagi dosen dalam memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan industri di tingkat global. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bahasa asing menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi UNNES dan peningkatan daya saing dosen di kancah internasional.

Lebih lanjut, Andhi Wijayanto menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas dan kompetensi dosen sebagai pendidik dan peneliti, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan kompetensi global dosen juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Hadir sebagai narasumber utama, Cyntia Wu, Indonesia Regional Manager dari International Transnational Education Association (ITEA) dan International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM). Dalam pemaparannya, Cyntia Wu menjelaskan bahwa Bahasa Mandarin saat ini menjadi salah satu bahasa internasional yang memiliki pengaruh besar dalam bidang ekonomi, bisnis, perdagangan, teknologi, dan pendidikan. Penguasaan bahasa tersebut dapat menjadi jembatan bagi akademisi untuk membangun komunikasi lintas budaya, memperluas akses terhadap jejaring internasional, serta meningkatkan peluang kolaborasi dengan berbagai institusi di kawasan Asia dan dunia.

Pada kesempatan tersebut, Cyntia Wu juga memperkenalkan berbagai peluang kerja sama internasional yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dan dosen dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran budaya, serta pengembangan kompetensi global. Menurutnya, kemampuan bahasa menjadi salah satu kunci utama dalam membangun komunikasi yang efektif dan menjalin kemitraan internasional yang berkelanjutan.

Materi pelatihan difokuskan pada pengenalan dasar Bahasa Mandarin yang meliputi Hanzi (aksara Mandarin), Pinyin (sistem pelafalan), dan Shengdiao (nada). Peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik pengucapan konsonan dan vokal dalam Bahasa Mandarin, perbedaan bunyi beraspirasi dan tidak beraspirasi, serta latihan percakapan sederhana yang dapat digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai ungkapan dasar yang umum digunakan dalam lingkungan akademik dan komunikasi internasional.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung. Para dosen tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat mempraktikkan pelafalan dan percakapan dasar Bahasa Mandarin yang dipandu langsung oleh narasumber. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar bahasa, tetapi juga memperkaya wawasan peserta mengenai budaya dan etika komunikasi lintas negara yang penting dalam membangun hubungan akademik internasional.

Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, FEB UNNES kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi global. Penguatan kompetensi bahasa asing diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan, memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat kolaborasi riset, serta mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata FEB UNNES dalam mewujudkan pendidikan berkualitas, memperkuat kemitraan global, dan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: