
Semarang – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) berkomitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities), melalui penguatan lingkungan pendidikan yang inklusif, penyediaan fasilitas yang mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kelompok difabel.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan setara bagi setiap individu untuk belajar, berpartisipasi, mengembangkan potensi, dan memperoleh manfaat dari kegiatan akademik maupun sosial. Melalui pendekatan yang inklusif, FEB UNNES mendorong agar keterbatasan aksesibilitas dan hambatan sosial tidak menjadi penghalang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan pendidikan dan masyarakat.
Penyediaan fasilitas yang aksesibel merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang inklusif. Fasilitas tersebut dapat mencakup jalur akses yang ramah pengguna kursi roda, bidang landai (ramp), jalur sirkulasi yang aman, toilet aksesibel, penunjuk arah yang mudah dipahami, serta dukungan aksesibilitas menuju ruang perkuliahan dan fasilitas pelayanan akademik.
Selain melalui lingkungan kampus, kontribusi FEB UNNES terhadap SDG 10 juga dapat diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang secara khusus menyasar penyandang disabilitas.
Program pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan difabel dapat mencakup pelatihan kewirausahaan, penguatan literasi keuangan, pendampingan pengelolaan usaha, pemasaran digital, pengembangan produk, serta peningkatan kapasitas dalam memanfaatkan teknologi untuk kegiatan ekonomi produktif.
Pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi upaya dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Peningkatan keterampilan, akses terhadap informasi, dan penguatan kapasitas usaha dapat membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi lebih luas dalam kegiatan ekonomi dan kehidupan bermasyarakat.
FEB UNNES berperan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian untuk membantu mengidentifikasi hambatan yang dihadapi kelompok difabel serta merancang solusi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka.
Upaya penguatan aksesibilitas kampus dan pemberdayaan penyandang disabilitas mendukung SDG 10, khususnya Target 10.2, yaitu mendorong pemberdayaan dan meningkatkan inklusi sosial, ekonomi, dan politik bagi semua orang, tanpa memandang usia, jenis kelamin, disabilitas, ras, etnis, asal, agama, status ekonomi, atau status lainnya.
Selain itu, pengembangan fasilitas yang aksesibel dan pelayanan yang inklusif juga sejalan dengan semangat Target 10.3, yaitu memastikan kesempatan yang setara dan mengurangi ketimpangan hasil melalui penghapusan praktik diskriminatif serta promosi kebijakan dan tindakan yang sesuai.
Melalui penguatan aksesibilitas, pengembangan lingkungan belajar yang inklusif, dan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan penyandang disabilitas, FEB UNNES dapat berkontribusi dalam mendorong kesetaraan kesempatan dan memperluas partisipasi kelompok yang rentan mengalami hambatan sosial maupun ekonomi.
Komitmen terhadap SDG 10 diharapkan terus berkembang melalui penguatan fasilitas ramah disabilitas, pelaksanaan program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta evaluasi yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai mitra dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
Dengan demikian, FEB UNNES tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan memberikan kesempatan berkembang bagi setiap individu.