SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi. Berdasarkan laporan resmi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I Tahun 2026 yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017, kampus berwawasan konservasi ini berhasil menorehkan prestasi gemilang.
Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang berhasil dikantongi oleh UNNES menyentuh angka 99,81, sebuah capaian yang menempatkan mutu pelayanan institusi ini pada kategori Mutu “A” dengan predikat Kinerja “Sangat Baik”. Pengumpulan data dalam survei berkala ini diselenggarakan secara digital melalui kuesioner elektronik sejak tanggal 3 hingga 5 Juli 2026.
Sebanyak 15 responden valid yang merupakan para pemangku kepentingan (stakeholder) dan mitra strategis UNNES berpartisipasi memberikan penilaian objektif terhadap 14 item instrumen layanan. Tim pengolah data mencatat tingkat keterisian data mencapai 100,00% tanpa adanya kekosongan titik informasi. Keberhasilan pengumpulan data yang solid ini memberikan gambaran riil mengenai pengalaman langsung para pengguna jasa terhadap ekosistem pelayanan publik di lingkungan UNNES.
Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah raihan sempurna pada Survei Persepsi Anti Korupsi yang mencakup lima indikator utama. Dari data yang dirilis, indeks persepsi anti korupsi di UNNES berhasil menyapu bersih nilai maksimal, yakni mencapai konversi 100,00 dengan mutu pelayanan terbaik. Seluruh responden secara kompak memberikan skor tertinggi (skor 4) pada indikator ketiadaan diskriminasi, ketiadaan kecurangan prosedur, bebas dari gratifikasi atau imbalan tidak resmi, bebas percaloan, hingga ketiadaan pungutan liar (pungli). Hal ini merefleksikan bahwa tata kelola birokrasi di UNNES benar-benar bersih dan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua mitra.
Tidak hanya unggul dalam dimensi integritas, kualitas teknis pelayanan publik di UNNES juga menunjukkan performa yang nyaris tanpa cela. Dari sembilan unsur Kualitas Pelayanan yang diuji, delapan unsur di antaranya sukses meraih nilai konversi sempurna sebesar 100,00. Aspek-aspek fundamental seperti kejelasan persyaratan pelayanan, kemudahan alur prosedur, ketepatan waktu penyelesaian sesuai Service Level Agreement (SLA), kesesuaian tarif, keramahan petugas, kepatuhan sistem aduan, respons cepat sistem online, hingga kenyamanan sarana prasarana dinilai sangat memuaskan oleh masyarakat pengguna layanan. Konsistensi skor tinggi ini membuktikan bahwa standarisasi prosedur operasional di UNNES telah diimplementasikan dengan sangat matang oleh seluruh unit kerja.
Meskipun mendulang apresiasi luar biasa, manajemen UNNES tetap bersikap kritis demi mewujudkan perbaikan berkelanjutan. Di tengah dominasi nilai sempurna, tim penyusun laporan menemukan satu-satunya area yang memerlukan atensi lebih, yaitu pada unsur Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan yang dipadankan dengan indikator ketersediaan informasi pelayanan. Unsur tersebut meraih nilai konversi sebesar 98,33 akibat adanya satu responden yang memberikan skor 3 (Baik).
Walau angka 98,33 masih bertengger aman di zona kualitas “Sangat Baik”, perbedaan tipis dari unsur lainnya ini secara otomatis menjadikan aspek keterbukaan informasi sebagai prioritas perbaikan utama institusi ke depan. Pihak manajemen menganalisis bahwa sebagian kecil pengguna layanan kemungkinan masih merasakan adanya celah informasi atau ketidakseragaman konten antara platform digital. Pengguna disinyalir membutuhkan pembaruan data yang lebih taktis dan ringkas, baik yang dimuat pada laman resmi website, akun media sosial, maupun media informasi non-elektronik di ruang layanan fisik. Menanggapi temuan berharga ini, pimpinan UNNES dikabarkan segera merancang program tindak lanjut yang berfokus pada audit informasi layanan secara berkala. Langkah ini diambil guna menjamin bahwa setiap perubahan kebijakan maupun syarat administratif dapat langsung terjangkau oleh publik secara presisi dan cepat.
Melalui publikasi hasil survei yang transparan ini, UNNES tidak hanya mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada masyarakat, melainkan juga meletakkan fondasi kuat untuk evaluasi periodik berikutnya. Keberhasilan meriah indeks komposit instrumen sebesar 99,88 secara keseluruhan menjadi modal penting bagi kampus dalam mempertahankan kepercayaan publik. Dengan budaya evaluasi berbasis data yang terukur seperti ini, Universitas Negeri Semarang optimis mampu mempertahankan aspek-aspek pelayanan yang sudah unggul, sembari terus memoles area kecil yang masih memerlukan penguatan agar semakin prima.
Hasil Survey secara detailnya dapat dilihat pada link berikut: unnes.id/skm20261




