Semarang – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Dr. Airlangga Hartarto, hadir di Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk memberikan beasiswa kepada lebih dari 500 mahasiswa UNNES yang termasuk dalam Kategori 1. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa sekaligus upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Dalam laporannya, Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, menyampaikan bahwa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES merupakan pelopor model Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia. Inisiatif ini menjadi langkah strategis UNNES dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembiayaan pendidikan dan memperluas kesempatan mahasiswa dalam memperoleh akses pendidikan tinggi.
Program pemberian beasiswa ini berawal dari gagasan Menko Airlangga Hartarto yang kemudian disambut baik oleh Dr. HC Gunawan Tjokro. Rektor UNNES juga melaporkan adanya peningkatan dana yang berhasil dihimpun setiap tahun. Dari sebelumnya sebesar Rp2,2 miliar, meningkat menjadi Rp2,8 miliar, hingga mencapai Rp3,5 miliar pada periode terbaru. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap pengembangan pendidikan di UNNES.
Ketua Badan Pendidikan Profesi Guru, Kurikulum, dan Inovasi Pembelajaran (BPPG-KIP) UNNES turut hadir sebagai undangan dalam kegiatan tersebut dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran pimpinan BPPG-KIP menjadi bagian dari partisipasi dalam agenda institusi yang memperkuat sinergi pendidikan tinggi, kemitraan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada akhir prosesi pemberian beasiswa, UNNES melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kawasan Industri Kendal (KIK). Salah satu bentuk kerja sama yang diwujudkan adalah pengembangan kelas khusus bagi calon manajer. Program ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan kompetensi dunia industri dengan kapasitas akademik perguruan tinggi, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkarier dan mengambil peran strategis dalam sektor industri.
Dalam kuliah umumnya, Menko Airlangga Hartarto memaparkan posisi dan peran Indonesia dalam peta industri nikel dunia, termasuk peluang bisnis internasional serta perkembangan nilai nikel, timah, dan berbagai sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Melalui paparan data dan perkembangan industri global, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai potensi ekonomi nasional, dinamika pasar komoditas, serta peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan industri dan perekonomian Indonesia.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri dalam memperluas akses pendidikan serta menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Bagi UNNES, penguatan dukungan beasiswa dan kerja sama dengan kawasan industri menjadi langkah strategis untuk menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja dan perkembangan ekonomi nasional.






