Pramuka UNNES Jaga Perbatasan Indonesia – Malaysia dalam Kemah Bela Negara Nasional di Pulau Sebatik

Kamis, 10 Mei 2018 | 16:03 WIB


Pramuka UNNES Jaga Perbatasan Indonesia – Malaysia dalam Kemah Bela Negara Nasional di Pulau Sebatik

Anggota Ambalan dan Racana Wijaya UKM Pramuka Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendelegasikan Junedy Arianto (Fakultas Teknik) dan Maftukhah (Fakultas Ilmu Keolahragaan) mewakili Kontingen Daerah Jawa Tengah untuk berpartisipasi dalam Perkemahan Bela Negara Nasional I Tahun 2018 di Pulau Sebatik,Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara.

Kegiatan yang mengusung tema “Pramuka Perekat NKRI” ini, diselenggarakan selama enam hari sejak Rabu hingga Senin (2-7/5). Perkemahan ini diikuti oleh lebih 700 peserta dari seluruh Indonesia.

Perkemahan terbagi menjadi dua tempat yakni Main Camp di Bumi Perkemahan (Buper) Bambangan dan Sub Camp di empat Desa perbatasan Kecamatan Sebatik. Pada kegiatan di Sub Camp, peserta tinggal di rumah bersama warga setempat selama beberapa hari untuk melakukan penelitian dan observasi berkaitan dengan kondisi ekonomi, pendidikan, pariwisata dan sosial budaya untuk mencari potesi guna dikembangkan. Hasil penelitian dan observasi kemudian dipaparkan dalam kegiatan Semi Lokakarya untuk kemudian ditarik kesimpulan guna di usulkan kepada dinas terkait sebagai bahan rencana pembangunan.

Bersama dengan 19 delegasi lainnya dari seluruh Provinsi Jawa Tengah, Junedy berharap dengan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bela negara pemuda Indonesia yang dilakukan tidak hanya dengan angkat senjata akan tetapi bisa melalui ide kreatif guna menumbuhkan potensi di wilayah perbatasan.

“Suatu kebanggaan bisa berinteraksi langsung dengan saudara kita di perbatasan, mengetahui kondisi mereka dan potensi daerah disana. Saya berharap pemuda Indonesia yang tinggal di daerah yang sudah maju tidak hanya bertahan di daerah tersebut tapi mau untuk membangun daerah yang masih tertinggal karena bela negara tidak hanya dilakukan melalui angkat senjata tetapi bisa berperan melalui pembangunan fisik dan non fisik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya,” ungkap mahasiswa teknik mesin tersebut.

Dwi Hermawan (Students Staff)


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 454 kali
EDITOR : Lintang Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X