Mahasiswa KKN UNNES Persembahkan Tari Lembu Tanon sebagai Ikon Desa Wisata Menari

Kamis, 15 November 2018 | 12:40 WIB


Mahasiswa KKN UNNES Persembahkan Tari Lembu Tanon sebagai Ikon Desa Wisata Menari

Acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang di Tanon, Ngrawan, Kabupaten Semarang, Rabu, 15 November 2018, dihadiri dosen pendamping, Sekretaris Kecamatan Getasan, Kepala Kelurahan Ngrawan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan para pejabat desa. Kegiatan penarikan sekaligus menjadi peresmian Tari Lembu Tanon sebagai ikon desa tersebut.

Berdasar rilis yang diterima unnes.ac.id, Burhan Rubai Wijaya, Dosen Pembimbing Lapangan, menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi mahasiswa UNNES yang telah menyelesaikan dengan baik serangkaian kegiatan KKN di Desa Menari.

KKN UNNES Desa Menari terdiri atas 13 mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Sendratasik, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Teknik Informatika, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Ekonomi Akuntansi, Pendidikan Ekonomi Koperasi dan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Tari Lembu Tanon terinspirasi oleh aktivitas keseharian masyarakat Tanon dimana mayoritas penduduknya bekerja sebagai peternak sapi. Lembu berasal dari bahasa Jawa yang artinya sapi, sedangkan tanon adalah nama dusun di Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Tari Lembu Tanon diisi oleh beberapatokoh, antara lain tokoh yang berperan sebagai sapi, penggembala,dan pemerah susu. “Gerakan penari sapi dan penggembala lincah, kuat,dan energik, sedangkan penari putri anggun dan lincah adalah ekspresi  kesungguhan dan kebersamaan masyarakat Tanon dalam bekerja,”tutur Solikhun,Ketua KKN UNNES Dusun Tanon.

Tari Lembu Tanon merupakan produk lanjutan dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Lesa Paranti, dosen Sendratasik FBS bersama dengan tim mahasiswa KKN dari jurusan yang sama. “Semoga tarian ini dapat menjadi media ekspresi estetis masyarakat Desa Menari,”ungkap Lesa.

Acara latihan tari dan gamelan berlangsung secara rutin dan guyub dengan melibatkan semua elemen masyarakat dari mulai anak-anak, remaja,hingga dewasa. “Tari Lembu Tanon akan menjadi sesuatu yang indah dan dapat dikenang,” tutur Parno, Ketua Dusun Tanon.

Kang Tris, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Menari menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN UNNES yang telah berkontribusi nyata selama 45 hari. Ia menuturkan bahwa Tari Lembu Tanon akan dijadikan sebagai Ikon untuk Desa Wisata Menari dan akan dibuatkan paket wisata khusus dengan sebutan “Paket Wisata Bulan Purnama” untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Istiqomah, Sekretaris Kecamatan Getasan,mengharapkan agar nantinya LP2M (Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat) UNNES dapat mengirimkan lebih banyak mahasiswa KKN. Iamenyadari bahwa masih banyak potensi yang dapat dikembangkan di desa-desa Kecamatan Getasan.(*)


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 407 kali
EDITOR : Setyo Yuwono

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X