Unnes “Dikepung” Ribuan Jurnal Internasional

Sabtu, 20 Juli 2013 | 21:11 WIB


Unnes “Dikepung” Ribuan Jurnal Internasional
humas/dok

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum, ketika membuka “Sosialisasi Pemanfaatan Jurnal Internasional yang Dilanggan Unnes”, Kamis (18/7), di LP2M Unnes.

UPT Perpustakaan Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan e-journal internasional di Ruang Pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Kamis (18/7).

Acara bertajuk “Sosialisasi Pemanfaatan Jurnal Internasional yang Dilanggan Unnes” itu dihadiri oleh 65 ketua jurusan dan ketua prodi se-Unnes.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengungkapkan, dilanggannya ribuan jurnal ini merupakan fakta yang menggembirakan bagi seluruh civitas academika Unnes. “Kita berharap hal ini dapat mengobati kehausan akan ilmu sekaligus memacu peningkatan publikasi ilmiah,” ujarnya.

Sebanyak delapan penyedia layanan e-journal ­yang terdiri atas lebih dari 2.500 jurnal internasional dari berbagai bidang keilmuan meliputi sosial humaniora dan saintek kini telah dilanggan oleh Unnes.

Rektor juga mengapresiasi baik penyediaan e-journal internasional guna mencapai akselerasi capaian akreditasi prodi dan publikasi ilmiah. “Mari kita gunakan fasilitas ini semaksimal mungkin sehingga memberikan kebermanfaatan yang lebih luas,” tandasnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Agus Wahyudin MSi dan Kepala Badan Penjamin Mutu Dr Sugianto MSi.

Sebagai bagian dari inti acara, diadakan pula simulasi akses e-journal ­yang dipandu langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan Dr Sutikno ST MT.

Eko Handoyo


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 2.000 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

3 komentar pada “Unnes “Dikepung” Ribuan Jurnal Internasional

  1. Terimakasih Bapak Rektor dan Bapak Ka Perpus Unnes. Terobosan yang sangat baik dan pasti sangat membantu Dosen dan Mahasiswa dalam mendapatkan literatur yang up to date. Semoga ini juga menginspirasi kita dan bisa memberi kontribusi ‘tuk meningkatkan indeks membaca masyarakat Indonesia yang masih 0,001.

  2. Salut buat Pak Rektor, saya amati di tiap acara SELALU ada beliau meskipun acara itu hanya dalam lingkup kecil sekalipun. Ini pembelajaran yg bagus buat para “pemimpin” lain dalam semua bidang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X