The Amazing Race, Implementasi Unnes Sebagai Universitas Konservasi Bereputasi Internasional

Minggu, 20 Maret 2016 | 21:31 WIB


The Amazing Race, Implementasi Unnes Sebagai Universitas Konservasi Bereputasi Internasional
HUMAS/ANNISA

Selaras dengan visi Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai universitas konservasi bereputasi internasional, The Amazing Race diadakan untuk memperkenalkan lingkungan kampus Unnes, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. kegiatan diadakan di kampus Unnes Sekaran, Minggu, (20/3).

Sebanyak 80 peserta turut ambil bagian dalam The Amazing Race. Peserta dari luar Indonesia berasal dari Estonia, Belanda, Belgia, Cina, Jepang, Libia, Thailand, Austria, dan Amerika. Sedangkan peserta lokal datang dari berbagai universitas di Semarang.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum dalam sambutannya mengatakan, Pertumbuhan minat mahasiswa asing menempuh studi di Indonesia dan khususnya di Unnes akan diiringi dengan layanan prima. Unnes selalu berupaya melayani semaksimal mungkin kebutuhan mahasiswa asing.

“Unnes sebagai rumah ilmu Akan terus memberikan fasiltas guna membangun sinergi dan prestasi antara mahasiswa lokal dan mahasiswa asing. The Amazing Race yang diadakan Unnes ini merupakan salah satu wujud nyata Unnes memberikan ruang bagi mahasiswa asing untuk unjuk kebolehan menampilkan prestasinya dan mengenal budaya lokal,” tutur Prof Fathur.

Intan Permata Hapsari SPd MPd selaku Kepala International Office Unnes mengatakan, The Amazing Race merupakan lomba yang dikemas dari gabungan lomba Ninja Warrior, Running Man, dan lomba khas Indonesia seperti layaknya lomba 17-an. Acara ini merupakan kegiatan tahun kedua. Pada tahun lalu International Office Unnes sukses mengadakan lomba lari. The Amazing Race akan dijadikan agenda tahunan sehingga akan lebih menarik peserta asing untuk mmengenal Unnes.

Agung Nugroho SPd MEd selaku ketua panitia mengatakan, acara ini merupakan kompetisi lari dalam kelompok. Setiap kelompok mengelilingi Unnes untuk menemukan titik-titik tertentu yang sudah tertulis di guidance map. Kelompok yang paling cepat mencapai garis finish adalah pemenang.

Terdapat sepuluh titik yang harus dikunjungi peserta. Tantangan berada di tujuh titik untuk ditaklukkan. Tantangannya berupa permainan tradisional Indonesia seperti balap karung, balap kelereng, balap caping, balap enggrang. Penggabungan permainan asli Indonesia dengan lomba lari sebagai perwujudan implementasi konservasi budaya yang dicanangkan oleh Unnes.

Hasil lomba, kelompok Gareng sebagai juara juara pertama dengan waktu tempuh 1.05.12, sedangkan Durmagati dan Tan Malaka sebagai juara kedua dan ketiga, dengan waktu tempuh 1.06.35 dan 1.06.53. Pada akhir acara, peserta disuguhi hiburan dari band dari mahasiswa Unnes. (Kontributor Annisa Widyawati F, Mahasiswa Magang Humas.)


DIUNGGAH : Muhamad Burhanudin Dibaca : 1.050 kali
EDITOR : Muhamad Burhanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *