Tentang Jonggrang, dan Kisah yang Hampir Pasti

Minggu, 24 Juni 2012 | 6:21 WIB


<em> Tentang Jonggrang, dan Kisah yang Hampir Pasti </em>
DHONI/HUMAS

Siapa tak kenal Rara Jonggrang? Gadis yang selalu digambarkan sebagai sosok sempurna ini diyakini sebagai cikal-bakal terbangunnya Candi Prambanan. Atas permintaannya, Bandung Bondowoso berusaha membangun seribu candi dalam semalam.

Ketika Bondowoso terpikat kecantikan Jonggrang, serta-merta ia menyatakan diri akan menikahinya. Namun Jonggrang tak sudi. Ia tak ingin menikah dengan orang yang telah membunuh ayahnya itu. Permintaan mustahil pun dilayangkan. Bondowoso diminta membangun seribu candi dalam waktu semalam. Bondowoso menyanggupi.

Dengan mengerahkan bala bantuan makhluk halus, anak dari penguasa kerajaan Pengging itu hampir berhasil. Bahkan ia telah yakin dapat merampungkan semua itu, sebelum akhirnya Jonggrang memperdaya. Mengelabui para makhluk halus yang membantu dengan membunyikan lesung, pertanda hari telah pagi. Tak ayal candi gagal dibangun dengan jumlah seribu. Bondowoso marah besar. Kemudian kita tahu, Jonggrang digunakan sebagai pelengkap candi keseribu itu. Ia terfosilkan menjadi kisah abadi yang hingga kini masih saja dapat kita ceritakan kembali.

Jumat (22/6) malam, legenda itu berpindah tempat. Di auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Semarang, bagian demi bagian kisah itu diadegankan dalam gerak. “Pedhut ing Prambanan” menutup perhelatan tahunan pergelaran tari malam itu. Acara merupakan pergelaran hari kedua setelah minggu sebelumnya dilangsungkan di B6 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes. “RRI Semarang sengaja dipilih sebagai ajang promosi karya seni yang dimiliki Unnes,” ujar Ketua Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) FBS Unnes, Joko Wiyoso.

Hal ini, menurut Joko Wiyoso, adalah langkah nyata untuk memberikan hiburan dan mempromosikan Unnes melalui jalur seni.  “Sudah saatnya Unnes lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, tidak hanya menyelenggarakan acara di kampus Sekaran saja,” kata pria kelahiran Wonogiri ini.

Pergelaran bertema “Mengintip Bahasa Tubuh” hari kedua menampilkan 5 karya. Sebelum dimulai, diteken kontrak antara Unnes dengan RRI Semarang perihal kerja sama dalam pengembangan dan promosi seni.


DIUNGGAH : Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 1.586 kali
EDITOR : Dhoni Zustiyantoro

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X