Teliti Inisiasi Menyusui Dini, Bambang BR Raih Doktor

Rabu, 4 Februari 2015 | 18:39 WIB


Teliti Inisiasi Menyusui Dini, Bambang BR Raih Doktor
HUMAS/ DOK

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Unnes Drs Bambang Budi Raharjo MSi menyelesaikan studi doktoralnya.

Pria yang akrab disapa Bambang BR ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ”Momentum Emas Pembentukan SDM Berkualitas: Kajian Sosial Budaya Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif di Masyarakat Kendal  Jawa Tengah” pada ujian terbuka di Program Pascasarjana Universitas Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Rabu (4/4).

Dalam ujian terbuka itu, bertindak sebagai promotor adalah Dr rer nat Agus Ign Kristijanto MS dengan kopromotor Prof Daniel D Kameo SE MA PhD dan Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons. Adapun penguji dalam ujian itu ialah Dr Pamerdi Giri Wiloso MSi, Dr Ir Sri Suwartiningsih MSi, dan Prof dr H M Sulchan Sp GK.

Bambang BR dalam paparannya menyampaikan empat simpulan. Pertama, inisiasi menyusui dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif yang rendah mengindikasikan kegagalan bangsa dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kedua, untuk mewujudkan SDM yang berkualitas, Indonesia belum mempunyai komitmen yang kuat untuk menjamin setiap bayi yang lahir mendapatkan hak memperoleh IMD dan ASI eksklusif.

Ketiga, arah pembangunan nasional yang mendorong industrialisasi telah mengabaikan hak bayi mendapat ASI eksklusif. Keempat, pelaku dan perencana pembangunan SDM sering lupa bahwa membangun manusia pada hakikatnya tidak bisa lepas dari budaya dimana seorang manusia mulai meretas kehidupannya.

”Untuk menyiapkan SDM yang berkualitas perlu ditumbuhkembangkan kesadaran IMD dan pemberian ASI eksklusif,” kata Bambang.

“Terdapat beberapa faktor kegagalan bayi mendapatkan ASI eksklusif, diantaranya  disebabkan faktor yang ada pada diri ibu (faktor predisposisi) yang cukup berpengaruh terhadap praktik IMD maupun pemberian ASI eksklusif  di daerah pantai, yaitu pendidikan, pengetahuan ibu, sikap ibu terhadap IMD dan ASI eksklusif,” lanjutnya.

“Sedangkan faktor predisposisi yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif adalah sikap ibu terhadap pentingnya ASI bagi bayi. Saat ini industri telah memaksa para ibu yang bekerja meninggalkan banyinya tanpa ASI,” katanya.

Disertasi tentang  IMD  ini merupakan modal penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Hasil penelitian yang dilakukannya di Kabupaten Kendal menunjukkan cakupan IMD dan ASI eksklusif masih di bawah target nasional.


DIUNGGAH : Lintang Hakim Dibaca : 1.715 kali
EDITOR : Rahmat Petuguran

7 komentar pada “Teliti Inisiasi Menyusui Dini, Bambang BR Raih Doktor

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X